Penyusunan AMDAL Batoq Tenevang Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan

  • 30 Jul 2026 13:53 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Mahakam Ulu – Sosialisasi dan Publikasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Sentra Pariwisata Batoq Tenevang Tahun 2026, digelar di Ballroom Lantai 3 Kantor Bupati Mahakam Ulu, Ujoh Bilang, pada Rabu 29 Juli 2026.

Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah yang tetap berpijak pada prinsip pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, mewakili Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, bersama jajaran perangkat daerah, instansi teknis, tim penyusun AMDAL, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta para pemangku kepentingan yang turut memberikan masukan terhadap rencana pengembangan kawasan Sentra Pariwisata Batoq Tenevang.

Dalam sambutannya ditegaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Mahakam Ulu, yakni "Maju, Merata, dan Berkelanjutan."

"Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu terus berkomitmen mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak perekonomian daerah. Melalui pengembangan kawasan Sentra Pariwisata Batoq Tenevang dan wilayah pendukung lainnya, kita ingin menghadirkan kawasan wisata terpadu yang memadukan keindahan alam, kelestarian lingkungan, serta kekayaan budaya lokal," kata Suhuk.

Ia menegaskan pembangunan kawasan wisata tidak boleh mengesampingkan aspek perlindungan lingkungan hidup. Menurutnya, pembangunan yang ideal adalah pembangunan yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian ekosistem, dan keberlanjutan sosial budaya masyarakat.

Oleh karena itu, penyusunan Dokumen AMDAL menjadi instrumen penting dalam mengidentifikasi, memprakirakan, serta mengevaluasi dampak lingkungan yang mungkin timbul pada setiap tahapan pembangunan, mulai dari pra-konstruksi, konstruksi hingga operasional.

Dokumen tersebut juga memuat Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) sebagai langkah mitigasi terhadap dampak yang ditimbulkan.

Wakil Bupati juga mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk aktif memberikan masukan, saran, dan tanggapan konstruktif agar dokumen AMDAL benar-benar mampu mengakomodasi aspirasi masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan pengembangan.

"Kita ingin memastikan bahwa pembangunan Sentra Pariwisata Batoq Tenevang nantinya benar-benar memberikan multiplier effect bagi masyarakat, mulai dari peningkatan pendapatan, terbukanya lapangan pekerjaan, hingga tetap terjaganya kelestarian alam serta keaslian budaya Dayak sebagai identitas dan kebanggaan Mahakam Ulu," ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mahakam Ulu, Irawan Sanjaya, dalam laporannya menyampaikan bahwa pengembangan Sentra Pariwisata Batoq Tenevang merupakan salah satu program strategis daerah yang mengusung konsep Green Tourism atau pariwisata hijau yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Ia menjelaskan kawasan Sentra Pariwisata Batoq Tenevang telah memiliki Dokumen Detail Engineering Design (DED) dengan luas kawasan sekitar 42 hektare yang dirancang sebagai pusat layanan pariwisata terpadu.

"Kawasan ini dirancang memiliki berbagai zona pengembangan, di antaranya zona budaya atau lamin, zona akomodasi, zona wisata buatan yang memanfaatkan potensi alam, zona market center, zona komunitas, hingga zona fasilitas penunjang pelayanan kepariwisataan yang saling terintegrasi," ucapnya.

Menurutnya, penyusunan AMDAL menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan kawasan tersebut agar seluruh tahapan pengembangan tetap memperhatikan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, budaya, dan kelestarian lingkungan.

Melalui forum sosialisasi ini, pihaknya berharap seluruh peserta dapat memberikan berbagai masukan yang konstruktif demi penyempurnaan dokumen pengelolaan dan pemantauan lingkungan, mengingat kawasan tersebut nantinya akan menjadi pusat aktivitas kepariwisataan Kabupaten Mahakam Ulu.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim penyusun AMDAL, perangkat daerah terkait, serta masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam proses penyusunan dokumen tersebut.

Melalui pelaksanaan sosialisasi dan publikasi AMDAL ini, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menegaskan bahwa setiap pembangunan daerah harus dilaksanakan secara terencana, partisipatif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan, sehingga pengembangan Sentra Pariwisata.

Batoq Tenevang diharapkan mampu menjadi destinasi unggulan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian alam maupun warisan budaya daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....