Berau Kembangkan Kemiri Sunan, Rehabilitasi Lahan Pascatambang Berkelanjutan
- 22 Jul 2026 08:20 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau – Pemerintah Kabupaten Berau mendorong pemanfaatan lahan pascatambang melalui pengembangan tanaman kemiri sunan sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan sekaligus penguatan ekonomi hijau. Inisiatif tersebut dibahas dalam pertemuan yang dipimpin Wakil Bupati Berau, Gamalis, bersama Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, di Ruang Rapat Sangalaki, Selasa 21 Juli 2026.
Pertemuan yang dihadiri sejumlah perusahaan pertambangan itu membahas peluang kolaborasi dalam mengubah lahan bekas tambang menjadi kawasan produktif melalui budidaya kemiri sunan (Reutealis trisperma). Tanaman tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi karena menghasilkan minyak nabati yang dapat diolah menjadi biodiesel, sekaligus berfungsi memperbaiki kualitas lingkungan.
Kemiri sunan memiliki kandungan minyak sekitar 52 persen dan dikenal mampu tumbuh di lahan terdegradasi. Sistem perakarannya membantu memperkuat struktur tanah dan mengurangi erosi, sementara tajuk pohonnya berperan menyerap karbon. Daun yang gugur juga meningkatkan kandungan bahan organik tanah sehingga mempercepat proses pemulihan ekosistem. Tanaman ini mulai berproduksi pada usia empat hingga lima tahun dan dapat menghasilkan selama puluhan tahun.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan. Menurutnya, sektor pertambangan tetap menjadi penopang perekonomian daerah, namun pemanfaatan sumber daya alam harus diimbangi dengan tanggung jawab memulihkan kawasan yang telah dieksploitasi.
"Pemulihan kawasan pascatambang tidak cukup dipandang sebagai kewajiban perusahaan, tetapi harus menjadi investasi jangka panjang. Yang kita bangun bukan hanya penghijauan, melainkan kawasan produktif yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Gamalis.
Ia berharap perusahaan-perusahaan tambang di Berau dapat menjadikan budidaya kemiri sunan sebagai bagian dari praktik pertambangan yang berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Berau, kata dia, siap memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, akademisi, dan dunia usaha agar program tersebut dapat diwujudkan secara bertahap.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, menjelaskan bahwa kemiri sunan memiliki kemampuan adaptasi yang baik di lahan bekas tambang batu bara. Menurutnya, tanaman tersebut berpotensi menjadi sumber bahan baku biodiesel yang mendukung pengembangan energi baru terbarukan.
"Kami telah memiliki model pengembangan pemanfaatan lahan bekas tambang melalui budidaya kemiri sunan sebagai bahan baku biodiesel. Konsep ini tidak hanya mempercepat rehabilitasi lahan, tetapi juga memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil," kata Nico.
Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Berau, perusahaan pertambangan, dan para pemangku kepentingan ini menjadi langkah awal dalam mengembangkan model rehabilitasi lahan pascatambang yang produktif dan berkelanjutan. Melalui pendekatan yang memadukan aspek lingkungan, ekonomi, dan energi terbarukan, kemiri sunan diharapkan menjadi salah satu motor penggerak transformasi ekonomi hijau di Kabupaten Berau.(Diskominfo Berau-IKP/Er)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....