PT TMM Paparkan Progres Pembangunan PLTA 300 MW di Mahakam Ulu
- 07 Jul 2026 14:05 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Mahakam Ulu – PT Tujuan Mulia Makmur (TMM) memaparkan perkembangan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 300 megawatt (MW) dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Ballroom Kantor Bupati Mahakam Ulu, Senin 6 Juli 2026. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat terkait pelaksanaan proyek.
Direktur Keuangan PT TMM, City Jamiah, mengatakan pembangunan PLTA merupakan bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional menuju pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Menurutnya, proyek tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian energi Indonesia tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.
"Proyek ini hadir sebagai jawaban konkret bahwa bangsa Indonesia mampu membangun kemandirian energi dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan," ujarnya.
City menjelaskan, proyek PLTA yang dikelola PT TMM telah ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Keberadaannya diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta meningkatkan daya saing nasional.
Ia menambahkan, pembangunan PLTA direncanakan berlangsung selama empat tahun. Setelah selesai dibangun, pembangkit akan dioperasikan PT TMM selama 30 tahun sebelum diserahkan kepada PT PLN (Persero) sebagai aset negara untuk selanjutnya dikelola oleh perusahaan tersebut.
Selain membangun pembangkit listrik, PT TMM juga mengembangkan infrastruktur pendukung berupa jalan sepanjang 122 kilometer yang menghubungkan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Proyek tersebut mencakup pembangunan 54 jembatan serta satu jembatan utama sepanjang 120 meter yang melintasi Sungai Mahakam.
Menurut City, pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung operasional proyek PLTA, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
"Kami membangun jalan dan jembatan bukan hanya untuk kepentingan proyek, tetapi karena kami percaya akses jalan merupakan landasan pembangunan. Kami ingin menjadi tetangga yang baik sehingga infrastruktur ini nantinya dapat dinikmati bersama oleh masyarakat," katanya.
Dalam sesi dialog, sejumlah tokoh masyarakat, petinggi kampung, dan perwakilan pemerintah daerah menyampaikan berbagai masukan terkait pelaksanaan proyek. Mereka berharap pembangunan PLTA dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat lokal, khususnya di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, dan pembangunan sosial.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Mahakam Ulu, Markus Wan, berharap PT TMM dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan, antara lain melalui bantuan biaya pendidikan maupun penyediaan transportasi bagi pelajar di Kampung Batu Majang. Ia juga mendorong perusahaan untuk mengutamakan putra-putri daerah dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Sementara itu, Petinggi Kampung Batoq Kelo, Murad, menyoroti status sejumlah tenaga kerja lokal yang masih berstatus pekerja harian lepas. Ia berharap perusahaan memberikan perhatian terhadap peningkatan status dan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat sesuai komitmen yang pernah disampaikan.
Murad juga mengingatkan agar seluruh kegiatan perusahaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta tetap menghormati nilai-nilai adat dan budaya masyarakat. Selain itu, ia meminta kejelasan mengenai penanganan pondok maupun tanaman milik warga yang terdampak aktivitas pembukaan lahan.
Berbagai masukan yang disampaikan dalam forum tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi PT TMM dalam pelaksanaan pembangunan PLTA. Dengan demikian, proyek yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional itu dapat berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat bagi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan warga di sekitar kawasan proyek. (JJ/Jo/AI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....