Bidan Mahulu Didorong Tingkatkan Pelayanan Kontrasepsi

  • 29 Jun 2026 06:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Mahakam Ulu - Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Mahakam Ulu, Petronela Tugan, menutup Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi bagi Bidan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Angkatan II Tahun 2026, di Ruang Belajar Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu 27 Juni 2026.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada BKKBN Provinsi Kalimantan Timur yang telah memfasilitasi pelatihan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para narasumber, fasilitator, panitia, dan seluruh peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat hingga selesai. Menurutnya, pelatihan ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi bidan dalam memberikan pelayanan kontrasepsi yang berkualitas, aman, dan sesuai standar.

Ia menegaskan keberhasilan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana sangat bergantung pada kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Karena itu, para bidan diharapkan mampu menjadi agen perubahan melalui edukasi, konseling, serta pelayanan kontrasepsi yang profesional setelah kembali ke fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing.

"Saya berharap setelah kembali ke tempat tugas, seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan untuk meningkatkan mutu pelayanan serta turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian target program keluarga berencana dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Mahakam Ulu," ujarnya

Selain itu, ia meminta kepada para kepala puskesmas agar peserta yang telah mengikuti pelatihan tidak dipindahkan selama dua tahun ke depan. Menurutnya, kebijakan tersebut penting agar kompetensi yang telah diperoleh dapat dimanfaatkan secara maksimal di tempat tugas masing-masing dan tidak hilang akibat mutasi pegawai.

Sementara itu, Sekretaris BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Muslimin, menjelaskan pelatihan pelayanan kontrasepsi merupakan bagian dari pelaksanaan tugas BKKBN dalam mendukung program keluarga berencana sesuai pembagian kewenangan pemerintah berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Ia menegaskan, keberhasilan pelayanan kontrasepsi tidak hanya bergantung pada ketersediaan alat kontrasepsi yang disiapkan BKKBN, tetapi juga pada kompetensi tenaga kesehatan sebagai pelaksana pelayanan di lapangan.

Ia mengungkapkan, Kabupaten Mahakam Ulu telah mencatat capaian yang baik dalam penggunaan kontrasepsi modern dan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), bahkan menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur untuk indikator MKJP. Namun demikian, angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) di Mahakam Ulu masih menjadi yang tertinggi di provinsi tersebut, sehingga peningkatan kualitas pelayanan keluarga berencana tetap menjadi perhatian bersama.

"Kami percaya seluruh rangkaian pelatihan, mulai dari pembelajaran virtual, klasikal hingga praktik lapangan, akan menjadi bekal bagi Bapak-Ibu untuk memberikan pelayanan kontrasepsi yang lebih baik kepada masyarakat," katanya

Ia berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan sehingga pelayanan keluarga berencana semakin merata, terutama di wilayah yang sulit dijangkau, serta mampu mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan dan pengendalian penduduk di Kabupaten Mahakam Ulu. (AD/Jo/AI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....