Disdikbud Mahulu Perkuat Pendataan Anak Tidak Sekolah Demi Akses Pendidikan
- 25 Jun 2026 12:50 WIB
- Samarinda
RRI.CO. ID, Mahakam Ulu - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mahakam Ulu menggelar Pelatihan Operator Pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) di SDN 001 Ujoh Bilang, Rabu 24 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti operator ATS kampung, operator sekolah, serta perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dari seluruh kecamatan di Mahakam Ulu.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam melakukan pendataan, verifikasi, dan validasi data Anak Tidak Sekolah, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap kebijakan penanganan ATS agar program pendidikan dapat lebih tepat sasaran.
Dalam sambutan Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan yang dibacakan Sekretaris Daerah Mahakam Ulu, Stephanus Madang, pembangunan sumber daya manusia disebut sebagai fondasi utama mewujudkan visi Mahulu Melaju, yakni maju, merata, dan berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga memastikan seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas.
"Keberadaan Anak Tidak Sekolah tidak boleh dipandang semata sebagai persoalan data pendidikan, melainkan sebagai tantangan pembangunan daerah yang harus ditangani secara serius. Setiap anak yang tidak memperoleh akses pendidikan berpotensi kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan meraih masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Stephanus menegaskan operator ATS memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menghasilkan data yang akurat, objektif, dan mutakhir. Data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran bagi anak-anak yang belum memperoleh layanan pendidikan.
"Melalui data yang akurat, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran serta memastikan setiap anak memperoleh perhatian dan layanan pendidikan yang dibutuhkan," katanya.
Ia menambahkan, tugas operator ATS tidak hanya menginput data, tetapi juga mengidentifikasi anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan, melakukan verifikasi dan validasi, menelusuri penyebab anak tidak bersekolah, serta membangun koordinasi antara kampung, sekolah, kecamatan, dan perangkat daerah terkait.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mahakam Ulu Samson Batang yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan dan Pendidikan Nonformal, Yuliana Huring, mengatakan pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara. Namun, hingga kini masih terdapat anak usia sekolah yang belum mengakses pendidikan atau telah putus sekolah.
"Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan data ATS, penggunaan aplikasi, serta membangun koordinasi yang baik dengan pemerintah kampung, sekolah, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan terkait," ucapnya.
Yuliana berharap kolaborasi seluruh pihak dapat memperkuat upaya penanganan Anak Tidak Sekolah sehingga pemerataan layanan pendidikan di Kabupaten Mahakam Ulu semakin optimal.
Ketua Panitia, Suyati, menjelaskan pelatihan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui Disdikbud untuk meningkatkan kualitas pendataan sekaligus penanganan Anak Tidak Sekolah.
Ia menyebut pelatihan berlangsung selama dua hari, 24–25 Juni 2026, dan diikuti operator ATS desa dan kampung, operator sekolah, serta perwakilan K3S dari seluruh kecamatan di Kabupaten Mahakam Ulu.
"Pelatihan Operator Anak Tidak Sekolah dilaksanakan pada 24 hingga 25 Juni 2026 dan diikuti oleh operator ATS desa dan kampung se-Mahakam Ulu, perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), serta operator sekolah dari setiap kecamatan di Kabupaten Mahakam Ulu," katanya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyampaian materi dari Widyaprada BPMP Samarinda, Samodro, mengenai penguatan pendataan dan strategi penanganan Anak Tidak Sekolah sebagai bagian dari upaya mewujudkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan di Mahakam Ulu. (BBL)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....