PTMB Masifkan Perbaikan Pipa demi Distribusi Air Bersih Balikpapan yang Stabil
- 01 Jun 2026 21:05 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan - Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) berkomitmen penuh meningkatkan mutu pelayanan pelanggan sepanjang tahun 2025 hingga 2026. Fokus utama badan usaha milik daerah ini adalah membenahi dan meremajakan jaringan pipa yang rusak guna menjamin kelancaran distribusi air bersih ke rumah-rumah warga.
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, menjelaskan bahwa pembenahan pipa merupakan kunci utama dalam mengatasi gangguan distribusi. Guna memenuhi kebutuhan seluruh warga secara ideal, Balikpapan sebenarnya masih memerlukan tambahan pasokan sekitar 1.000 hingga 1.500 liter per detik. Namun, optimalisasi jaringan yang ada saat ini diyakini mampu menjadi solusi jangka pendek yang efektif.
"Kalau kita maksimalkan yang ada dengan mengurangi tingkat Non-Revenue Water (NRW/kehilangan air), memperbaiki distribusi, dan pipa bocor, harusnya masih bisa maksimal untuk sampai ke masyarakat," ujar Yudhi kepada RRI, Senin, 1 Juni 2026.
Berikut adalah langkah strategis yang sedang dijalankan PTMB:
• Optimalisasi Sumur Dalam: Memaksimalkan tambahan pasokan air dari beberapa titik sumur bor terbantu oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
• Pemanfaatan Embung: Mengintegrasikan pasokan dari Embung Aji Raden berkapasitas 200 liter per detik.
• Sinergi Pemerintah Pusat: Menjalin kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih skala besar.
• Perluasan Jangkauan: Menargetkan 10.000 hingga 12.000 sambungan baru pada tahun 2026, dengan target pencapaian cakupan layanan 90 persen pada tahun 2027.
Meskipun cuaca ekstrem seperti El Nino tetap diwaspadai, PTMB memastikan pemantauan kualitas dan kuantitas air tetap berjalan ketat. Proses pengerjaan yang masif dan bertahap ini mulai membuahkan hasil, ditandai dengan kualitas air yang mengalir ke pelanggan kini menjadi lebih jernih.
Yudhi tidak menampik bahwa tantangan teknis di lapangan masih sering terjadi, seperti munculnya kebocoran baru sesaat setelah aliran air kembali normal. Oleh karena itu, pengerjaan dan perawatan pipa akan terus dikebut sepanjang tahun 2026 agar stabilitas distribusi, kualitas, serta kuantitas air bersih di Kota Balikpapan dapat terjaga dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....