Disnakertrans Paser Launching Pelatihan Berbasis Kompetensi Batch Pertama
- 05 Mei 2026 10:14 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Paser - Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Paser, menggelar kegiatan pelatihan berbasis kompetensi, pada Selasa 5 Mei 2026 di UPTD Balai Latihan Kerja Paser KM5, Kecamatan Tanah Grogot. Pelatihan ini dilakukan guna meningkatkan kemampuan beberapa kejuruan seperti operator komputer muda 260 jam pelatihan, service sepeda motor sistem injeksi 280 jam pelatihan, dan pemasangan instalasi listrik bangunan sederhana 260 jam pelatihan.
Kepala Disnakertrans Paser, Rizky Noviar, mengatakan pelatihan batch pertama ini merupakan launching di Tahun 2026 sebagai upaya peningkatan SDM yang ada di Bumi Daya Taka. Pelatihan diikuti 48 peserta dari beberapa kecamatan yang ada di Paser, dengan masing-masing program kejuruan pelatihan diisi 16 orang. Rizky menerangkan, Disnakertans akan memantau peserta setelah kegiatan pelatihan ini agar visi dan misi Paser Tuntas bisa berjalan lancar, salah satunya yakni terkait dengan UMKM.
"Jadi Pemerintah Daerah itu kan sudah membuat suatu program itu sudah sedemikian rupa. Jadi pasti ini merupakan suatu bagian daripada Paser Tuntas. Artinya di sana kami itu melakukan pelatihan yang terintegrasi semua untuk menginginkan bukan hanya fokus pada pelatihannya saja, tetapi bagaimana kita memonitoring dan mengevaluasi pasca pelatihannya," ujar Rizky kepada rri co.id.
Disnakertrans Paser sendiri akan memantau peserta selama 6 bulan ke depan untuk melihat sejauhmana perkembangan dari hasil pelatihan yang diikuti sejak hari ini. "Artinya kendalanya di mana, karena yang siap berwirausaha ini di sini sudah kita bukakan rekening Bank Kaltimtara, kemudian kita buatkan nanti NIB-nya, kemudian juga dibuatkan Qrisnya juga," katanya.
Lebih lanjut, Rizky Noviar menjelaskan dari pemantauan selama setengah tahun tersebut bakal bisa melihat arus kas atau cash flow para peserta yang berwirausaha.
Melalui program Kredit Nol Persen Paser Tuntas yang dilaunchingkan Bupati Paser Fahmi Fadli pada 2025 lalu, maka pelaku usaha ini bisa memanfaatkan itu untuk mengembangkan usahanya atau yang terkendala perihal pendanaan.
"Nanti setelah 6 bulan itu kita pantau apakah mereka ini bisa mendapatkan bantuan kredit Paser Tuntas untuk peningkatan usaha mereka atau misalnya mereka butuh peralatan, butuh peningkatan modal usaha atau mau pengembangannya. Nah, itu melalui kredit Paser Tuntas," ujar Rizky.

Untuk itu, Disnakertrans tidak hanya akan bergerak sendiri, melainkan juga bekerja sama dengan OPD terkait, seperti Disperindagkop UKM agar bisa lebih memberdayakan para peserta pelatihan nantinya.
"Jadi kita sekarang ini artinya kami Disnakertrans dengan BLK itu bukan hanya sekedar pelatihannya saja, sudah habis kita melatih sudah tapi bagaimana, tentunya kan kita bersinergi dengan selain kami tentunya ada dinas-dinas perangkat daerah lain yang beririsan dengan kami yang bagaimana bisa memberdayakan mereka," ucap Rizky menjelaskan.
Menurut Rizky, sinergitas antar OPD sangat diperlukan dalam hal ini untuk peningkatan dan kesejahteraan pelaku usaha. Hanya saja yang saat ini juga menjadi PR bagi Disbakertrans Paser, yakni tidak adanya perwakilan dari beberapa kecamatan di Paser dalam pelatihan batch pertama ini. Sehingga ke depannya, Rizky akan berupaya lebih optimal agar pelatihan berikutnya dapat diikuti setiap kecamatan, guna menyelaraskan Paser Tuntas yang didalamnya terkandung makna "adil" dengan artian pemerataan setiap daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....