Pimpin Hardiknas 2026, Wali Kota Rahmad Mas’ud Apresiasi 30 Pelajar Berprestasi
- 02 Mei 2026 13:03 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Balikpapan - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 pada 2 Mei 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus pembuktian bagi Kota Balikpapan sebagai kota "Beriman" yang unggul di bidang pendidikan. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Rahmad Mas’ud, kota ini sukses mencatatkan berbagai torehan prestasi, mulai dari tingkat nasional hingga internasional.
Upacara peringatan Hardiknas 2026 pada Sabtu, 2 Mei 2026 berlangsung khidmat dan dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada 30 pelajar berprestasi di bidang olahraga dan sains. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada delapan tenaga pendidik atas Penelitian Tindakan Kelas (PTK), serta peluncuran program "Sabu Sagu" (Satu Buku Satu Guru) yang diikuti oleh 38 peserta jenjang SD dan SMP.
Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Ezikiel Jerry Sitanggang, siswa SD Nasional KPS Balikpapan. Peraih medali emas ajang matematika internasional Singapore and Asian Schools Math Olympiad (SASMO) ini menyampaikan rasa bangganya atas apresiasi dari Pemerintah Kota.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk belajar lebih giat dan mengharumkan nama Balikpapan. Strateginya hanya satu: tetap belajar dan konsisten," ujar Ezikiel, yang juga merupakan finalis juara 3 Olimpiade Sains Nasional (OSN) mewakili Kalimantan Timur.
Dalam upacara tersebut, Wali Kota Rahmad Mas’ud membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah terkait program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran. Hal ini selaras dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.
"Sesuai arahan Presiden, kita harus membangun budaya ASARI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Kita ciptakan atmosfer sekolah sebagai rumah kedua yang nyaman bagi seluruh murid," kata Rahmad Mas’ud.
Momentum Hardiknas tahun ini juga ditandai dengan langkah progresif melalui penandatanganan komitmen Satgas SPMB bebas KKN, peluncuran buku "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" berbasis kearifan lokal, serta peluncuran program "Sagu Saku".
Hal ini mempertegas bahwa pendidikan tetap menjadi fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul demi kemajuan daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....