Relokasi Korban Banjir Long Ayap Dipastikan Jalan, Tahap Awal 37 Unit Rumah
- 29 Apr 2026 21:08 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Berau terus mendorong percepatan program relokasi masyarakat terdampak bencana banjir. Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan jemput bola dengan menggelar pertemuan bersama pihak kecamatan dan kampung, yang berlangsung di ruang kerja Sekretaris Camat Segah, Rabu 29 April 2026.
Kepala Dinas Perkim Berau, Mulyadi, menjelaskan pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian koordinasi yang telah beberapa kali dilakukan guna memastikan kejelasan titik koordinat lokasi relokasi. Ia mengakui, sebelumnya masih terjadi perubahan usulan dari masyarakat, khususnya warga Kampung Long Ayap.
“Pertemuan ini sudah yang kesekian kalinya. Kami jemput bola untuk percepatan agar titik koordinat ini benar-benar clear. Selama ini masih ada perubahan dari masyarakat, karena ada keinginan di luar hamparan yang sudah kami petakan,” ujarnya.
Mulyadi menegaskan, pihaknya menginginkan kawasan relokasi dibangun dalam satu hamparan terpadu. Dari total rencana pembangunan tersebut, sebanyak 37 unit rumah akan direalisasikan lebih dahulu di lokasi yang telah dialokasikan dalam anggaran murni tahun ini.
“Alhamdulillah, dalam pertemuan tadi sudah ada kesepakatan. Pihak kampung dan kecamatan siap untuk menindaklanjuti dengan pembuatan SKPT. Insyaallah kalau dalam minggu ini selesai, kita langsung masuk tahap lelang,” katanya.
Program ini merupakan bagian dari relokasi warga yang terdampak banjir pada tahun sebelumnya. Dari total kebutuhan sebanyak 76 unit rumah, saat ini baru 37 unit yang dapat direalisasikan melalui anggaran yang tersedia.
“Totalnya ada 76 unit untuk satu kampung, yakni Long Ayap. Untuk tahap awal ini 37 unit. Sisanya, sekitar 39 unit, akan kita upayakan di tahap berikutnya,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Segah, Toris, dalam sambutannya saat membuka pertemuan menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan Dinas Perkim Berau. Ia menilai, sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, dan kampung menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program relokasi tersebut.
“Kami sangat mendukung langkah jemput bola yang dilakukan Perkim. Ini bentuk keseriusan pemerintah dalam memberikan solusi bagi masyarakat terdampak bencana. Kami di kecamatan siap memfasilitasi dan mempercepat proses administrasi yang dibutuhkan,” ujar Toris.
Ia juga berharap seluruh pihak, termasuk masyarakat, dapat berkomitmen terhadap kesepakatan yang telah dicapai, sehingga proses relokasi dapat segera direalisasikan dan memberikan kepastian tempat tinggal yang lebih aman bagi warga terdampak.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, diharapkan tahapan pembangunan hunian relokasi dapat segera berjalan, sehingga masyarakat Long Ayap yang terdampak banjir dapat segera menempati hunian yang lebih layak dan aman. (DiskominfoBerau-IKP/Er/Hr/Jpt)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....