Berau Genjot Cetak Sawah, Krisis Petani Jadi Tantangan

  • 10 Apr 2026 15:27 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Berau – Pemerintah Kabupaten Berau terus mempercepat program cetak sawah baru guna memperkuat ketahanan pangan daerah. Namun di tengah perluasan lahan pertanian, minimnya minat generasi muda menjadi petani justru muncul sebagai tantangan serius bagi keberlanjutan sektor pertanian.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menghadiri penanaman padi serentak di lokasi Corporate Social Responsibility (CSR) Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Kamis 9 April 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi Kementerian Pertanian dan TNI dalam mendukung percepatan cetak sawah di wilayah Berau.

Penanaman dilakukan di atas lahan seluas 16 hektare sebagai bagian dari target program cetak sawah yang kini telah mencapai 425 hektare di Kabupaten Berau. Sejumlah wilayah lain seperti Buyung-Buyung dan Merancang juga telah lebih dulu digarap dalam program tersebut.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan wilayah dengan luasan cetak sawah terbesar saat ini berada di Buyung-Buyung.

“Insya Allah di tahun 2026 akan ada tambahan sekitar 100 hektare lagi,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh lahan yang telah dicetak nantinya akan diserahkan kepada petani untuk dikelola secara berkelanjutan. Namun, persoalan regenerasi petani menjadi tantangan utama karena banyak generasi muda memilih bekerja di sektor tambang dan perkebunan.

“Minat generasi muda di pertanian masih rendah. Banyak yang lebih memilih sektor tambang dan sawit, padahal potensi pertanian kita sangat besar, bukan hanya padi tetapi juga jagung,” katanya.

Gamalis menilai Berau memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat pertanian di Kalimantan karena kondisi lahan yang dinilai lebih potensial dibanding sejumlah daerah lain.

Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk meningkatkan minat bertani, meski masih dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia dan alat pendukung pertanian.

“Penyuluhan sudah kita lakukan secara intens, tapi memang tantangan kita ada di SDM dan alat. Maka kita dorong pemanfaatan alsintan untuk mendukung produktivitas,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0902/Berau, Kolonel Inf. Wirahadi Harahap, menyebut target cetak sawah 425 hektare di Berau telah dimulai sejak November tahun lalu dan berhasil diselesaikan sesuai target.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah bisa melaksanakan penanaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di wilayah Buyung-Buyung lahan yang telah ditanami mencapai sekitar 70 hektare, sedangkan di Merancang sekitar 23 hektare.

Menurutnya, percepatan pengerjaan dilakukan dengan strategi pemetaan medan berdasarkan tingkat kesulitan, termasuk optimalisasi alat berat di area lahan berat agar target pengerjaan tetap tercapai.

Program ini ditargetkan selesai sepenuhnya dalam tiga bulan, dengan tantangan lanjutan pada kesiapan lahan dan sistem pengairan guna memastikan produktivitas pertanian berjalan maksimal.

Di tengah ambisi memperluas sawah baru, keberhasilan program ini dinilai tak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia untuk menjaga sektor pertanian tetap hidup di masa depan.(Diskominfo Berau-IKP/Ahyar)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....