PKK Tepian Buah Angkat UMKM Lewat Ekonomi Kreatif

  • 10 Feb 2026 18:03 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Berau - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kampung Tepian Buah turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Segah. Kehadiran lembaga ini merupakan manifestasi nyata dalam mendukung penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Ketua TP-PKK Kampung Tepian Buah, Ibu Murni Riman, menjelaskan, peran strategis PKK dalam pemberdayaan ekonomi keluarga diimplementasikan melalui program Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Program ini berfungsi sebagai wadah edukasi dan produktivitas bagi para anggota PKK dalam menghasilkan produk kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

“Kehadiran kami dalam forum Musrenbang ini bertujuan untuk mempresentasikan produk UMKM binaan UP2K. Ini merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan potensi serta hasil karya anggota PKK kepada pemangku kepentingan,” ujar Murni Riman, pada Selasa, 10 Februari 2026.

Dalam pameran tersebut, TP-PKK Tepian Buah menampilkan diversitas produk kerajinan tangan yang memadukan unsur tradisional dan estetika modern. Fokus utama produk yang dipamerkan meliputi kerajinan manik-manik dan anyaman rotan, di antaranya:

  • Aksesoris Manik-manik: Topi, syal, ikat pinggang, dan kalung dengan motif khas daerah.

  • Anyaman Rotan: Tas dan dompet dalam berbagai model, termasuk lima varian tas yang menjadi produk unggulan.

Meskipun proses produksi dilakukan secara mandiri di kediaman masing-masing, anggota mengingat adanya tanggung jawab domestik dan aktivitas pertanian kualitas produk tetap terjaga dengan baik.

Dalam hal distribusi, TP-PKK Tepian Buah mulai mengadopsi teknologi digital melalui pemanfaatan media sosial serta partisipasi pada pameran di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Langkah digitalisasi ini terbukti efektif dalam mempercepat perputaran produk.

“Pemanfaatan media sosial memberikan dampak signifikan terhadap efektivitas penjualan. Produk yang sebelumnya memerlukan waktu lama untuk terserap pasar, kini rata-rata dapat terjual dalam kurun waktu satu bulan,” ucap Murni.

Namun demikian, keterbatasan keterampilan teknis masih menjadi kendala utama dalam meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas. Menanggapi hal tersebut, TP-PKK Tepian Buah mengharapkan adanya intervensi dari Pemerintah Kabupaten Berau melalui program pelatihan teknis.

“Kami sangat mengharapkan dukungan berupa pelatihan menganyam yang komprehensif dari pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan presisi, kerapihan, dan standarisasi kualitas agar produk lokal mampu bersaing secara kompetitif dengan produk dari luar daerah,” katanya, berharap.

Sebagai penutup, Ibu Murni Riman mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Berau untuk menumbuhkan rasa bangga dan memprioritaskan penggunaan produk UMKM lokal. Dukungan ini dinilai krusial bagi eksistensi pengrajin lokal, khususnya untuk produk unggulan seperti bakul, anjat, saung, dan tas kombinasi rotan-manik.

“Dukungan kolektif dari masyarakat sangat kami harapkan. Dengan mengapresiasi dan membeli produk daerah, kita bersama-sama membangun ekosistem ekonomi lokal yang tangguh dan kompetitif,” ujarnya. (DiskominfoBerau_IKP/Win)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....