Dinkes Berau Targetkan Seluruh Balita Dapat Vitamin A
- 06 Feb 2026 08:14 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau kembali memperkuat komitmennya dalam menjaga kesehatan generasi muda melalui program Bulan Vitamin A dan Obat Cacing yang dilaksanakan pada bulan Februari dan Agustus. Pemerintah daerah mengharapkan seluruh balita yang tersebar di wilayah Kabupaten Berau dapat terjangkau program ini sebagai upaya pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Berau, Suhartini, menekankan pentingnya sinergi antara pemberian Vitamin A dan obat cacing bagi anak dan balita. Menurutnya, kedua intervensi ini memiliki peran krusial dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
"Pemberian Vitamin A sangat penting untuk kesehatan mata dan daya tahan tubuh. Sementara itu, obat cacing diberikan untuk anak umur diatas 1 tahun agar penyerapan nutrisi tidak terhambat oleh infeksi kecacingan," ujar Suhartini saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 5 Februari 2026.
Namun, Suhartini mengungkapkan tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah rendahnya tingkat kehadiran masyarakat di Posyandu. Berdasarkan data tahun lalu, capaian kunjungan balita di Kabupaten Berau berada di angka 52 persen, masih di bawah capaian Kalimantan Timur (53,7 persen) dan jauh dari rata-rata nasional (87,3 persen). "Rata-rata penimbangan bulanan kita masih sekitar 40 persen, ini masih sangat rendah. Kami berharap melalui momentum Bulan Vitamin A ini, orang tua lebih tergerak membawa anaknya ke Posyandu," katanya menegaskan.
Guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk daerah pesisir yang secara geografis cukup menantang, Dinkes Berau memastikan ketersediaan stok logistik berjalan lancar. Proses pendistribusian Vitamin A dilakukan secara berjenjang dari Dinas Kesehatan ke tiap UPTD Puskesmas, yang kemudian disalurkan langsung ke Posyandu di wilayah kerja masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Berau juga telah mengeluarkan surat edaran yang meminta para pemberi kerja memberikan izin kepada orang tua agar dapat membawa balitanya ke Posyandu setiap bulan. "Kami menyadari banyak orang tua yang bekerja. Oleh karena itu, ada edaran dari Bupati agar OPD dan badan usaha memberikan izin satu hari dalam sebulan untuk urusan kesehatan balita ini," ujarnya.
Suhartini juga menjelaskan, kesuksesan program ini berkaitan langsung dengan target nasional penurunan stunting. Dengan rutin ke Posyandu, pertumbuhan anak terpantau secara berkala melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. "Jika ditemukan masalah pertumbuhan, misalnya berat badan tidak naik, kita bisa langsung intervensi melalui pemberian makanan tambahan (PMT) lokal selama 14 hingga 56 hari, tergantung kondisi gizinya," ucapnya.
Menutup keterangannya, Suhartini mengajak seluruh masyarakat Berau, khususnya para orang tua milenial, untuk aktif memanfaatkan layanan kesehatan di Posyandu dengan slogan: "Mataku Sehat, Tubuhku Kuat karena Kapsul Vitamin A."
"Jangan hanya minta vitaminnya dibawa ke rumah. Bawalah anak ke Posyandu agar bisa dipantau pertumbuhannya oleh petugas kesehatan dan mendapatkan penyuluhan gizi," ujarnya. (DiskominfoBerau_IKP/Win)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....