Rembuk Warga Warnai Sosialisasi Raperda Sempadan Sungai di Perum Borneo SKM
- 30 Apr 2026 17:15 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang sempadan sungai yang digelar Anggota DPRD Kota Samarinda Komisi III, M. Andriansyah, di Perum Borneo SKM, RT 42, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, pada Rabu malam 29 April 2026 berlangsung dinamis dan penuh aspirasi warga.
Kegiatan yang awalnya difokuskan pada pemahaman aturan sempadan sungai tersebut justru berkembang menjadi forum diskusi terbuka antara warga dan pemerintah. Beragam persoalan lingkungan pun mengemuka dalam pertemuan itu.
Warga menyampaikan berbagai aspirasi yang dinilai mendesak, mulai dari penerangan jalan, perbaikan drainase, hingga fasilitas posyandu yang dinilai masih kurang memadai. Aspirasi tersebut langsung ditampung dalam forum yang berlangsung hangat.
Anggota DPRD Kota Samarinda Komisi III, M. Andriansyah atau yang akrab disapa Aan, mengatakan sosialisasi ini menjadi ruang penting untuk menyerap aspirasi masyarakat, terutama terkait implementasi perda di lapangan.
“Nah, malam ini kita melakukan sosialisasi peraturan daerah terkait sempadan sungai di RT42. Banyak tadi masukan-masukan terkait draf perda ini dari warga, karena sebagian penduduk sini merupakan relokasi dari Sungai Karang Mumus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh masukan warga akan dicatat dan menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan, termasuk usulan pembentukan forum warga Borneo SKM.
Selain itu, Aan juga menyinggung adanya berbagai program yang akan dikerjakan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) dewan pada tahun 2026. Program tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan di lingkungan perumahan.
“Masukan lain tadi terkait posyandu dan kegiatan pokir yang akan dikerjakan tahun ini. Insya Allah semuanya kita akomodir agar percepatan pembangunan di wilayah masyarakat bisa lebih cepat,” katanya.
Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas. Namun dengan musyawarah bersama warga, keputusan pembangunan dapat diterima secara terbuka.
“Dengan diskusi seperti ini, warga bisa memahami mana yang menjadi prioritas. Alhamdulillah semua sepakat dan menerima rencana kegiatan tahun ini,” ucapnya.
Aan juga menegaskan pentingnya keterbukaan dalam setiap perencanaan agar masyarakat semakin percaya terhadap pemerintah dan wakil rakyat yang hadir di tengah mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....