Tingkatkan Layanan Jemaah, Kemenhaj Rancang Anggaran 2027 Lebih Realistis
- 17 Sep 2026 20:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Surabaya – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menyiapkan postur anggaran tahun 2027 yang lebih realistis dan berbasis kebutuhan untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada jemaah haji dan umrah.
Sekretaris Jenderal Kemenhaj Teguh Dwi Nugroho mengatakan, evaluasi terhadap pelaksanaan program dan anggaran tahun 2026 menjadi pijakan penting dalam menyusun perencanaan anggaran tahun depan. Evaluasi dilakukan untuk melihat capaian, mengidentifikasi kendala, sekaligus memperbaiki perencanaan program dan pengelolaan anggaran.
“Evaluasi ini menjadi dasar yang lebih kuat untuk menyusun postur anggaran 2027. Kita harus melihat apa yang sudah berjalan, apa yang masih menjadi kendala, dan apa yang harus diperbaiki,” ujar Teguh melalui sambungan Zoom dalam agenda Evaluasi Program dan Anggaran Tahun 2026 serta Persiapan Pagu Alokasi Anggaran Tahun 2027 Kemenhaj di Surabaya, Rabu 16 September 2026.
Teguh mengakui, penyerapan anggaran Kemenhaj pada 2026 belum maksimal. Salah satu kendalanya berkaitan dengan proses pencairan dan waktu tersedianya sebagian anggaran yang bersumber dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Kondisi tersebut turut memengaruhi waktu pelaksanaan sejumlah program.
Dikutip dari laman haji.go.id Kamis 17 September 2026. Namun, menurut Teguh, capaian anggaran tidak dapat hanya diukur dari tingkat penyerapan. Kinerja dan manfaat program bagi masyarakat, khususnya jemaah, juga menjadi bagian penting dalam evaluasi.
Ia menyebut penyelenggaraan haji 2026 tetap menunjukkan peningkatan dalam kualitas pelayanan kepada jemaah. Capaian tersebut diharapkan menjadi dasar untuk melanjutkan berbagai perbaikan pada penyelenggaraan haji dan umrah berikutnya.
“Yang kita lihat bukan hanya berapa besar anggaran yang terserap, tetapi juga apa yang dihasilkan. Alhamdulillah, kualitas pelayanan haji 2026 tetap meningkat. Ini harus menjadi pijakan untuk terus melakukan perbaikan,” katanya.
Untuk sisa pelaksanaan anggaran 2026, Teguh meminta seluruh satuan kerja menyiapkan strategi taktis agar program dapat berjalan optimal dan penyerapan anggaran dilakukan secara tepat sasaran serta tetap mengedepankan akuntabilitas.
Sementara itu, penyusunan anggaran 2027 akan diarahkan pada sejumlah kebutuhan strategis Kemenhaj, terutama transformasi kelembagaan dan digitalisasi layanan haji dan umrah. Perencanaan dilakukan secara bottom up dengan mempertimbangkan kebutuhan nyata masing-masing satuan kerja serta upaya peningkatan kualitas pelayanan jemaah.
Dalam persiapan penyelenggaraan haji 2027, Kemenhaj juga akan memperkuat strategi bersama para pemangku kepentingan. Salah satu perhatian yang akan diperkuat adalah aspek istithaah kesehatan jemaah.
“Anggaran 2027 harus menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Kita ingin perencanaan yang lebih kuat, pelaksanaan yang lebih efektif, dan setiap anggaran memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pelayanan haji dan umrah,” ucap Teguh.
Kegiatan evaluasi dan persiapan pagu anggaran tersebut diikuti 285 peserta dari satuan kerja pusat dan daerah. Peserta berasal dari Kantor Wilayah, Unit Pelaksana Teknis Asrama Haji, serta Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten/Kota.
Melalui kegiatan ini, Kemenhaj menargetkan tersusunnya strategi optimalisasi pelaksanaan dan penyerapan anggaran pada sisa 2026, sekaligus menghasilkan postur anggaran 2027 yang lebih efektif, akuntabel, realistis, dan sesuai kebutuhan pelayanan jemaah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....