Mentan Amran Apresiasi Mahasiswa UNDIP Asal Alor yang Sampaikan Aspirasi Pangan

  • 12 Agt 2026 08:16 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Nusa Tenggara Timur - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi kepada Adriano Padama, mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berani menyuarakan persoalan masyarakat di daerah asalnya.

Aspirasi yang disampaikan Adriano mendorong pemerintah untuk turun langsung melihat kondisi masyarakat dan memastikan persoalan pangan di Alor mendapat penanganan.

Apresiasi tersebut disampaikan Mentan Amran saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Alor, Sabtu 8 Agustus 2026. Sebelumnya, Amran bertemu dengan Adriano dalam kuliah umum di UNDIP, Semarang.

Dikutip dari laman Kementerian Pertanian, Selasa 11 Agustus 2026, dalam kuliah umum yang dihadiri 5.155 mahasiswa baru UNDIP tersebut, Adriano menyampaikan kondisi masyarakat Alor yang masih menghadapi persoalan distribusi pangan.

Ia menjelaskan, harga beras di sejumlah wilayah dapat melonjak hingga Rp25.000-Rp30.000 per kilogram ketika distribusi terganggu.

Mendengar aspirasi tersebut, Mentan Amran langsung meminta jajarannya menindaklanjuti persoalan pangan di Alor. Tidak hanya memberikan instruksi, Amran bahkan membatalkan agenda rapat pimpinan di Jakarta dan memilih terbang langsung ke Alor.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi yang disampaikan Adriano sekaligus menyiapkan penanganan yang dibutuhkan masyarakat.

“Urgensi kunjungan ke Alor ini yang pertama, ada kami memberi kuliah umum di UNDIP, Universitas Diponegoro. Kemudian tiba-tiba ada sosok pemuda Alor yang tampil. Kalau pun berteriak, saya terima dengan senang hati, karena teriakannya adalah membawa aspirasi rakyat nyata, real,” ujar Amran saat berada di Alor.

Menurut Amran, keberanian Adriano menyampaikan persoalan masyarakat patut diapresiasi karena tidak didasari kepentingan pribadi, melainkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat.

“Adriano ini adalah putra terbaik NTT. Ini harus kita kawal. Kenapa? Mereka membaca denyut nadi masyarakat. Apa keinginan masyarakat? Bukan bahasa basi, bukan hanya pencitraan, apalagi mengada-ada. Inilah mahasiswa yang harus diteladani. Ini mahasiswa terbaik yang pernah aku temui, ini luar biasa,” kata Amran.

Amran menilai Adriano telah menunjukkan karakter mahasiswa yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian pemerintah.

“Membawa aspirasi rakyat bukan kepentingan pribadi. Padahal dia juga hidup pas-pasan. Tetapi memperjuangkan rakyat Alor, NTT khususnya. Insyaallah kami langsung turun,” katanya.

Amran mengatakan, kedatangannya ke Alor merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi diterjemahkan menjadi tindakan nyata.

“Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta. Kami langsung terbang dari Jakarta, dari Jawa Tengah, langsung ke Alor. Kami sudah lihat, semua permintaan kami penuhi. Di bawah naungan Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Adriano turut mendampingi Mentan Amran meninjau sejumlah lokasi dan melihat langsung berbagai program pertanian yang disiapkan pemerintah untuk masyarakat Alor.

Usai mendampingi kunjungan tersebut, Adriano menyampaikan rasa syukur dan terima kasih karena aspirasinya mendapat respons cepat dari pemerintah pusat.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena Pak Menteri sudah berkenan datang ke daerah kami yang terpencil ini. Kami sangat senang,” ujar Adriano.

Menanggapi persoalan pangan yang disampaikan masyarakat, Mentan Amran menegaskan pemerintah akan menjawab kebutuhan masyarakat Alor melalui program yang memberikan manfaat jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain menjamin ketersediaan beras, pemerintah juga mendorong peningkatan produksi padi dan jagung di daerah tersebut.

“Pak Adriano, beras sudah aman. Ada di gudang-gudang sekarang. Harga itu Rp13 ribu, sama dengan harga Jakarta. Kita sekarang tidak akan kesulitan beras,” kata Amran.

Amran juga meminta Perum Bulog memastikan stok beras tetap tersedia di Alor dan melakukan operasi pasar apabila diperlukan untuk menjaga stabilitas harga serta keterjangkauan masyarakat.

“Bulog operasi pasar. Tidak ada batasan. Kalau ada yang mau beli beras, kita keluarkan. Lakukan pasar di mana dibutuhkan. Pasar murah,” ujarnya.

Kunjungan Mentan Amran ke Alor menunjukkan respons pemerintah terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan secara terbuka dan konstruktif. Adriano Padama dinilai menjadi contoh mahasiswa yang tidak hanya menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga berperan menyuarakan kebutuhan masyarakat di daerah asalnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....