Teknologi Drone Sprayer Perkuat Pengendalian OPT Dukung Pertanian Modern
- 05 Agt 2026 12:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur terus memperkuat implementasi Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) melalui pemanfaatan teknologi pertanian presisi. Salah satu upaya yang dilakukan ialah pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) menggunakan drone sprayer pada lahan padi di lokasi penerapan PM-AAS di Kota Samarinda.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pendampingan yang dilakukan BRMP Kalimantan Timur untuk memastikan budidaya padi berjalan optimal. Sebelum penyemprotan dilakukan, tim terlebih dahulu melaksanakan pengamatan kondisi tanaman dan identifikasi jenis serta tingkat serangan OPT sebagai dasar penentuan metode pengendalian yang sesuai.
Pemanfaatan drone sprayer dinilai mampu meningkatkan efektivitas pengendalian OPT dibandingkan metode konvensional. Teknologi ini memungkinkan penyemprotan dilakukan secara lebih cepat, merata, dan presisi, terutama pada hamparan sawah yang luas, sehingga efisiensi waktu dan tenaga kerja dapat ditingkatkan.
Kepala BRMP Kalimantan Timur mengatakan penerapan teknologi modern merupakan bagian penting dalam transformasi sistem budidaya padi menuju pertanian yang lebih efisien dan berbasis presisi. Menurutnya, penggunaan drone menjadi salah satu inovasi yang dapat mempercepat adopsi mekanisasi di tingkat petani.
"Pemanfaatan drone dalam pengendalian OPT merupakan bentuk nyata penerapan teknologi modern di lapangan. Dengan aplikasi yang lebih presisi dan efisien, kami berharap produktivitas tanaman dapat terjaga sekaligus mendukung percepatan implementasi PM-AAS di Kalimantan Timur," ujarnya.
Selain meningkatkan efisiensi operasional, penggunaan drone juga memberikan manfaat dari sisi keselamatan kerja. Operator tidak perlu melakukan penyemprotan secara langsung di areal pertanaman sehingga intensitas kontak dengan bahan pengendali dapat dikurangi. Pengaturan jalur terbang, ketinggian, kecepatan, hingga volume semprot juga membuat aplikasi pestisida menjadi lebih terukur dan tepat sasaran.
Dalam pelaksanaannya, BRMP Kalimantan Timur tetap mengedepankan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Penggunaan pestisida dilakukan berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan tingkat serangan OPT sehingga memenuhi prinsip tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat cara guna mendukung budidaya yang berkelanjutan.
Seorang petugas pendamping lapangan BRMP Kalimantan Timur menyebutkan bahwa penerapan teknologi modern mendapat respons positif dari petani karena mampu mempercepat pekerjaan tanpa mengurangi kualitas pengendalian. "Petani mulai melihat bahwa teknologi seperti drone bukan lagi sesuatu yang sulit diterapkan. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, kami optimistis pemanfaatan teknologi ini akan semakin luas dan memberikan manfaat nyata bagi usaha tani mereka," katanya.
BRMP Kalimantan Timur akan terus mendampingi seluruh tahapan penerapan PM-AAS, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pengamatan pertumbuhan tanaman, pengendalian OPT hingga panen. Melalui penerapan teknologi modern, termasuk drone sprayer, BRMP berharap transformasi menuju pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan dapat mendukung program strategis Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....