Antisipasi Serangan Hama Penggerek Batang Padi Melalui Gerdal
- 26 Jul 2026 13:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Serangan hama penggerek batang padi kembali menjadi perhatian dalam upaya menjaga produktivitas pertanian di Kalimantan Timur. Hama yang dikenal mampu menyerang tanaman sejak fase persemaian hingga generatif ini berpotensi menyebabkan kehilangan hasil panen hingga 50 persen, bahkan puso apabila tidak segera ditangani. Karena itu, langkah pencegahan dan pengendalian menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Sebagai upaya mengantisipasi peningkatan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur bersama berbagai pemangku kepentingan melaksanakan Gerakan Pengendalian (GERDAL) OPT Penggerek Batang Padi di Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan dipusatkan di Kelompok Tani Bina Sejahtera dengan melibatkan petani setempat.
GERDAL tersebut dihadiri oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur, BRMP Kalimantan Timur, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Loa Janan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta anggota Kelompok Tani Bina Sejahtera. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat penanganan hama sekaligus memperkuat pendampingan kepada petani.
Selain melakukan pengendalian di lapangan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai strategi pertanian modern yang lebih efektif dan berkelanjutan. Pemerintah mendorong petani tidak hanya fokus pada penanganan hama, tetapi juga meningkatkan produktivitas melalui penerapan teknologi dan pemanfaatan berbagai program dukungan yang tersedia.
Kepala BRMP Kalimantan Timur, Dr. Ahmad Subhan, M.Sc., menegaskan bahwa pemerintah terus membuka peluang Bantuan Pemerintah (Banper) guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.
"Pemerintah membuka peluang Bantuan Pemerintah untuk mendukung pertanaman sehingga produktivitas dan kesejahteraan petani dapat terus meningkat. Kami berharap para petani dapat mengoptimalkan pertanian modern, melakukan tanam dua kali dalam setahun, serta mengusulkan Banper sesuai kebutuhan," ujar Dr. Ahmad Subhan, M.Sc.
Tidak hanya berisi sosialisasi, kegiatan GERDAL juga menghadirkan materi mengenai Pertanian Ramah Lingkungan yang menjadi salah satu pendekatan penting dalam pembangunan pertanian berkelanjutan. Para petani mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan tanaman yang lebih aman bagi lingkungan sekaligus tetap efektif dalam mengendalikan serangan hama.
Sebagai bentuk penerapan langsung di lapangan, peserta mengikuti praktik aplikasi bioinsektisida pada areal persawahan. Penggunaan bioinsektisida diharapkan menjadi alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida kimia secara berlebihan, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.
"Melalui gerakan pengendalian ini, kami berharap serangan hama penggerek batang padi dapat ditekan sehingga pertanaman tetap aman dan mampu memberikan hasil panen yang optimal bagi petani di Desa Loa Janan Ulu," ucap Dr. Ahmad Subhan, M.Sc.
Melalui GERDAL OPT Penggerek Batang Padi, BRMP Kalimantan Timur bersama pemerintah daerah menunjukkan komitmennya dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Sinergi antara pemerintah, penyuluh, petugas POPT, dan kelompok tani diharapkan menjadi fondasi penting dalam menghadapi ancaman hama, meningkatkan hasil panen, serta mendorong terwujudnya pertanian modern yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....