BRMP Kaltim Kawal Cetak Sawah Rakyat di Kutai Barat menuju Swasembada Pangan

  • 22 Jul 2026 17:10 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur terus mengawal pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui kegiatan monitoring di Kabupaten Kutai Barat, BRMP memastikan kesiapan lahan sekaligus mendukung percepatan pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian menuju swasembada pangan berkelanjutan.

Monitoring dilakukan bersama Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bongan dan Koordinator BPP Kecamatan Muara Pahu. Kegiatan ini bertujuan meninjau secara langsung kondisi lapangan, kesiapan lahan, serta perkembangan pelaksanaan konstruksi di sejumlah lokasi yang telah ditetapkan sebagai sasaran Program Cetak Sawah Rakyat.

Di Kecamatan Bongan, tim melakukan pengecekan pada tiga lokasi, yakni Kampung Muara Gusik seluas 22,81 hektare, Kampung Jambuk seluas 14,59 hektare, dan Kampung Penawai seluas 72,55 hektare. Dari total luasan tersebut, sekitar 13,7 persen telah memasuki tahap konstruksi sebagai bagian dari proses pembukaan lahan sawah baru.

Sementara itu, di Kecamatan Muara Pahu, monitoring dilakukan pada tiga kampung lainnya, yakni Kampung Tepian Ulaq seluas 20,9 hektare, Kampung Tanjung Laong seluas 10,7 hektare, serta Kampung Gunung Bayan yang menjadi lokasi terluas dengan potensi pengembangan mencapai 138 hektare.

"Monitoring ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus mengawal pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat agar berjalan sesuai rencana dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan di Kalimantan Timur," ujar Asep Febriandi mewakili tim BRMP Kalimantan Timur pada Rabu 22 Juli 2026.

Pelaksanaan monitoring juga menjadi momentum memperkuat koordinasi antara BRMP, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan di tingkat kecamatan maupun kampung. Sinergi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi program sekaligus memastikan setiap tahapan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Selain meninjau lokasi cetak sawah, tim BRMP Kalimantan Timur turut memperkenalkan alat tanam benih langsung (atabela) kepada para penyuluh dan petani di Kecamatan Bongan. Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai salah satu inovasi untuk mendukung budidaya padi menggunakan metode Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang lebih efisien dan produktif.

"Melalui kolaborasi bersama penyuluh pertanian dan seluruh pemangku kepentingan, BRMP Kalimantan Timur berkomitmen mengawal Program Cetak Sawah Rakyat sekaligus mendorong penerapan teknologi pertanian modern guna mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan," ucap Asep lebih lanjut.

Dengan pengawalan yang berkesinambungan, BRMP Kalimantan Timur optimistis Program Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Kutai Barat mampu memperluas areal tanam, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan pertanian modern yang adaptif, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan kebutuhan pangan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....