Antisipasi Hama Tikus, Gerdal Pra Tanam Digelar di Tenggarong Seberang Kukar

  • 23 Apr 2026 10:42 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Serangan hama tikus masih menjadi ancaman serius bagi produktivitas pertanian padi, terutama menjelang musim tanam. Kemampuan berkembang biak yang cepat membuat hama ini kerap menimbulkan kerugian besar bagi petani jika tidak ditangani secara terpadu dan berkelanjutan.

Menghadapi kondisi tersebut, petani bersama pemerintah melakukan langkah antisipatif melalui Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam menekan populasi hama sebelum memasuki masa tanam, sehingga potensi kerusakan tanaman dapat diminimalkan sejak awal.

Pelaksanaan Gerdal pra tanam ini berlangsung di Dusun Suko Rejo, Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, tepatnya di Gapoktan Bukit Makmur, Rabu 22 April 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur, Ahmad Subhan, bersama tim.

Gerakan pengendalian ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur, Fahmi Himawan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pengasapan atau emposan pada pematang sawah serta lubang-lubang yang menjadi sarang tikus.

Upaya pengendalian secara serentak ini dinilai penting untuk memutus siklus perkembangbiakan tikus yang dikenal sangat cepat. Dengan pengendalian yang dilakukan secara bersama-sama, diharapkan populasi hama dapat ditekan secara signifikan sebelum tanaman padi mulai tumbuh.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Subhan menyampaikan bahwa BRMP Kalimantan Timur sebagai perpanjangan tangan Kementerian Pertanian di daerah terus berkomitmen mendukung peningkatan produktivitas pertanian melalui berbagai program strategis.

“Pemerintah membuka peluang bantuan pemerintah untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani, sehingga diharapkan usulan kebutuhan dapat segera disampaikan secara berjenjang,” ujar Ahmad Subhan.

Ia juga mendorong para petani agar aktif berkoordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan dinas terkait dalam mengusulkan bantuan yang dibutuhkan, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, Fahmi Himawan, menegaskan pentingnya gerakan pengendalian secara kolektif sebagai langkah efektif dalam menekan serangan hama tikus.

“Pengendalian yang dilakukan secara bersama-sama akan jauh lebih efektif dalam menekan populasi tikus, sehingga risiko kerusakan tanaman dapat dikurangi sejak awal musim tanam,” ucap Fahmi Himawan.

Kegiatan Gerdal ini mendapat sambutan antusias dari para petani setempat. Mereka berharap upaya pengendalian hama tikus ini dapat memberikan hasil nyata dalam melindungi tanaman padi serta meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Bukit Pariaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....