Stok 23 Ton Benih Padi Dukung Swasembada Pangan
- 14 Mar 2026 22:54 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Upaya memperkuat produksi pangan di Kalimantan Timur terus dilakukan melalui penyediaan benih unggul bagi petani. Ketersediaan benih yang berkualitas dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
Penyuluh dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Timur, Margaretha, menyampaikan bahwa hingga awal Maret 2026 stok benih padi varietas unggul baru (VUB) yang tersedia di gudang Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) mencapai 23 ton.
Ketersediaan benih tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kebutuhan petani di berbagai wilayah Kalimantan Timur. Dengan dukungan benih berkualitas, diharapkan petani dapat meningkatkan hasil produksi padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Margaretha menjelaskan bahwa benih yang tersedia terdiri dari beberapa varietas unggul yang telah disiapkan untuk kebutuhan budidaya padi di lapangan. Varietas tersebut dipilih karena memiliki produktivitas tinggi dan mampu beradaptasi dengan kondisi agroklimat di wilayah Kalimantan Timur.
“Saat ini stok benih yang tersedia di gudang UPBS mencapai sekitar 23 ton dengan empat varietas padi unggul, salah satunya adalah Inpari 42 GSR,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa varietas tersebut dikenal memiliki potensi produksi tinggi dan pertumbuhan yang relatif cepat. Selain itu, varietas ini juga dinilai adaptif terhadap kondisi lingkungan di Kalimantan Timur sehingga cocok dikembangkan oleh para petani.
“Varietas ini terbukti berproduksi tinggi, pertumbuhannya cepat, dan adaptif di wilayah Kalimantan Timur sehingga sangat mendukung program percepatan swasembada pangan,” katanya.
Margaretha juga mengajak para petani untuk tetap menjaga semangat dalam berproduksi meskipun saat ini berada di bulan Ramadan. Menurutnya, semangat bertani tetap perlu dijaga agar kegiatan pertanian terus berjalan dan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penggunaan benih bersertifikat dalam kegiatan budidaya. Benih yang telah melalui proses sertifikasi dinilai lebih terjamin kualitasnya sehingga dapat menghasilkan tanaman yang lebih produktif dan tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Dengan ketersediaan stok benih yang cukup serta dukungan teknologi pertanian, diharapkan para petani di Kalimantan Timur dapat meningkatkan hasil produksi padi. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung program swasembada pangan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....