Mentan Amran Lantik 55 Pejabat, Tegaskan Meritokrasi Kementan

  • 09 Feb 2026 18:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melantik dan mengambil sumpah jabatan 55 pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian, Jumat, 6 Februari 2026, di Kantor Pusat Kementan, Jakarta. Pelantikan ini terdiri dari 54 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan satu pejabat fungsional Ahli Utama.

Dirilis dari laman media sosial BRMP Kaltim, pelantikan tersebut menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam menerapkan sistem meritokrasi berbasis kinerja, sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis sektor pertanian menuju peningkatan produksi dan ekspor.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa mayoritas pejabat yang dilantik merupakan hasil promosi berbasis kinerja, termasuk pengisian jabatan eselon II di 33 provinsi. Langkah ini disebut sebagai bagian dari reformasi birokrasi yang sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani.

Dalam sambutannya, Mentan Amran menegaskan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan amanah jabatan. Ia menekankan bahwa promosi yang diberikan bukanlah hadiah, melainkan hasil dari kerja keras dan capaian kinerja.

“Kami menerapkan meritokrasi, bebas dari korupsi, kolusi, dan intervensi. Nilai Anda murni dari kinerja,” ujar Mentan Amran.

Selain itu, para pejabat yang dilantik diminta mengawal sejumlah agenda strategis, antara lain optimalisasi peran Penyuluh Pertanian Lapangan, percepatan optimalisasi lahan dan program cetak sawah, pembentukan brigade pangan, serta penguatan hilirisasi pertanian.

Mentan juga menekankan pentingnya laporan harian Luas Tambah Tanam yang harus dievaluasi secara disiplin. Penyuluh pertanian, menurutnya, merupakan ujung tombak dalam menyampaikan inovasi dan kebijakan kepada petani hingga ke wilayah pelosok.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran turut menyoroti capaian sektor pertanian nasional dalam beberapa tahun terakhir, termasuk perbaikan tata kelola keuangan, peningkatan produksi, dan kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas pangan global.

Ia menyebut keberhasilan Indonesia mengurangi impor pangan berdampak pada penurunan harga beras dunia, sekaligus menunjukkan peran strategis petani Indonesia dalam ketahanan pangan global.

“Petani Indonesia berkontribusi pada stabilitas pangan dunia. Ketika Indonesia berhenti impor, harga pangan global ikut turun. Ini sejarah, dan ini hasil kerja keras kita semua,” kata Mentan Amran.

Ke depan, Kementerian Pertanian menargetkan pencapaian yang lebih ambisius, di antaranya ekspor beras, swasembada gula putih tanpa impor, serta hilirisasi pertanian yang berjalan nyata di lapangan. Mentan juga mengingatkan seluruh jajaran untuk menjaga integritas, memastikan bantuan tepat sasaran, dan terus meningkatkan kinerja demi kemajuan pertanian dan kesejahteraan petani Indonesia.

Rekomendasi Berita