Cuaca Ekstrem di Mina Picu Lonjakan Tekanan Darah Jamaah Haji Samarinda

  • 08 Jun 2026 13:37 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Tim kesehatan Kloter BPN 1 mengungkapkan tantangan terbesar selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini terjadi saat puncak haji di Mina, Mekkah. Kepadatan tenda menyebabkan sebagian jamaah harus beristirahat di luar area yang seharusnya disediakan.

Dokter Kloter BPN 1, Malliya Agustin Jauhari, mengatakan kondisi tersebut sempat menimbulkan risiko kesehatan bagi jamaah, terutama kelompok lanjut usia dan berisiko tinggi. Paparan panas ekstrem membuat tekanan darah sejumlah jamaah meningkat cukup signifikan.

“Banyak jamaah yang tidurnya di luar tenda. Akibatnya mereka kepanasan dan tekanan darahnya naik, bahkan ada yang mencapai di atas 190,” kata Malliya.

Menghadapi kondisi tersebut, tim medis bersama petugas haji segera berkoordinasi dengan pihak penyelenggara di Arab Saudi. Mereka meminta agar jamaah lansia, pengguna kursi roda, dan kelompok risiko tinggi dapat diberangkatkan lebih awal menuju lokasi berikutnya.

Malliya menjelaskan langkah penanganan medis tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya heat stroke dan komplikasi kesehatan lainnya. Menurutnya, keselamatan jamaah menjadi prioritas utama selama pelaksanaan ibadah haji.

Di luar persoalan Mina, layanan kesehatan di Madinah dan Makkah dinilai berjalan baik. Obat-obatan, alat kesehatan, serta fasilitas pelayanan medis tersedia dan dapat diakses oleh jamaah.

“Kalau fasilitas kesehatan di Madinah dan Makkah alhamdulillah lengkap. Yang menjadi perhatian utama memang kondisi saat di Mina,” ujarnya di GOR Segiri Samarinda pada Senin 8 Juni 2026.

Tim kesehatan juga terus mengingatkan jamaah untuk menjaga asupan cairan, menggunakan payung, kacamata pelindung, serta membawa persediaan air minum selama beraktivitas di luar ruangan. Langkah sederhana tersebut terbukti membantu jamaah menghadapi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....