PPIH Ingatkan Jemaah Jaga Kartu Nusuk dan Hidrasi Selama Ibadah Haji
- 03 Mei 2026 07:53 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Balikpapan mengingatkan jemaah haji untuk memperhatikan sejumlah hal penting selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, terutama terkait dokumen identitas dan kondisi kesehatan di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi.
Sekretaris PPIH Debarkasi Balikpapan, H. Suharto, menekankan bahwa kartu nusuk menjadi dokumen vital yang harus selalu dijaga oleh setiap jemaah. “Kartu nusuk itu adalah nyawa kedua bagi jemaah haji. Kalau sampai hilang, jemaah akan mengalami kesulitan saat beraktivitas di sana,” ujarnya kepada rri.co.id, Minggu 3 Mei 2026 di Balikpapan.
Ia menjelaskan, kartu nusuk berfungsi sebagai identitas resmi yang digunakan dalam berbagai aktivitas ibadah selama di Arab Saudi. Oleh karena itu, jemaah diminta memastikan kartu tersebut selalu melekat dan tidak tercecer.
Selain dokumen, aspek kesehatan juga menjadi perhatian utama. Jemaah diimbau untuk menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi, mengingat suhu udara di Arab Saudi yang cenderung tinggi. “Cuaca di sana sangat panas, jadi jemaah harus banyak minum air putih agar tidak mengalami dehidrasi,” katanya.
PPIH juga mengingatkan pentingnya menjaga gelang identitas yang diberikan kepada jemaah. Gelang tersebut menjadi salah satu penanda penting yang membantu proses identifikasi apabila terjadi kondisi darurat. “Gelang haji jangan sampai lepas atau hilang, karena itu bagian dari identitas jemaah selama di sana,” ujar Suharto.
Selain itu, dokumen perjalanan seperti paspor juga harus disimpan dengan baik. Paspor menjadi syarat utama bagi jemaah, terutama saat proses kepulangan ke tanah air setelah rangkaian ibadah selesai. Kehilangan dokumen tersebut berpotensi menimbulkan kendala administratif yang cukup serius.
Imbauan ini disampaikan sebagai bagian dari edukasi kepada jemaah agar lebih siap menghadapi kondisi di luar negeri, baik dari sisi administratif maupun kesehatan. Dengan pemahaman yang baik, jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan aman.
Suharto menambahkan, kepatuhan terhadap aturan dan kesiapan pribadi menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran ibadah haji. “Semua yang kita sampaikan ini untuk menjaga jemaah agar tetap aman dan lancar selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” ucapnya.
Melalui berbagai imbauan tersebut, PPIH berharap jemaah dapat lebih disiplin dalam menjaga diri dan perlengkapan penting selama berada di Arab Saudi. Kesadaran individu dinilai menjadi kunci dalam meminimalkan risiko serta memastikan ibadah dapat berlangsung dengan khusyuk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....