Layanan Ramah Lansia Embarkasi Balikpapan Diperkuat pada Haji 2026
- 03 Mei 2026 07:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan – Pelayanan jemaah haji lanjut usia (lansia) menjadi perhatian serius dalam penyelenggaraan haji 2026 di Embarkasi Balikpapan. Berbagai penyesuaian layanan dilakukan untuk memastikan kelompok berisiko tinggi ini tetap nyaman sejak tiba di asrama hingga proses keberangkatan ke Tanah Suci.
Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Balikpapan, H. Suharto, menegaskan bahwa pendekatan pelayanan kini lebih berorientasi pada kebutuhan jemaah, khususnya lansia.
“Kami melakukan pendekatan langsung kepada jemaah lansia dengan memberikan edukasi dan pendampingan agar mereka merasa nyaman, terlayani, dan tidak terbebani selama berada di asrama haji,” ujarnya kepada RRI, Minggu 3 Mei 2026 di Balikpapan.
Menurutnya, pelayanan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek psikologis jemaah. Pendampingan diberikan secara intensif, termasuk bagi jemaah yang menggunakan kursi roda. Petugas secara aktif membantu mobilitas jemaah, mulai dari area asrama hingga proses keberangkatan.
“Jemaah yang menggunakan kursi roda kami bantu sepenuhnya, termasuk saat berpindah lokasi. Ini bagian dari komitmen kami menjadi pelayan yang benar-benar hadir untuk jemaah,” katanya.
Selain itu, Embarkasi Balikpapan juga menerapkan perubahan signifikan dalam sistem keberangkatan menuju pesawat. Jika sebelumnya jemaah harus menaiki tangga pesawat, kini proses tersebut telah beralih menggunakan garbarata. Fasilitas ini dinilai lebih aman dan nyaman, terutama bagi lansia dan jemaah dengan keterbatasan fisik.
“Sekarang jemaah tidak perlu lagi naik tangga. Dengan garbarata, mereka bisa langsung masuk ke pesawat melalui jalur yang lebih mudah diakses,” kata Suharto.
Perubahan lain yang diterapkan adalah fleksibilitas waktu kedatangan jemaah ke asrama haji. Pihak PPIH memberikan kelonggaran bagi jemaah untuk masuk lebih awal, bahkan sehari sebelum jadwal keberangkatan. Kebijakan ini bertujuan agar jemaah memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan tahap akhir.
“Kami membuka ruang bagi jemaah untuk datang lebih awal agar kondisi mereka lebih siap, terutama saat pemeriksaan kesehatan tahap tiga,” ujarnya.
Langkah ini dinilai penting mengingat sebagian jemaah, khususnya lansia, membutuhkan waktu adaptasi terhadap lingkungan baru sebelum menjalani perjalanan panjang ke Arab Saudi. Dengan waktu istirahat yang cukup, kondisi fisik jemaah diharapkan lebih stabil saat diberangkatkan.
Penguatan layanan ramah lansia ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan haji di tingkat embarkasi. Selain memastikan kelancaran operasional, pendekatan ini juga mencerminkan komitmen pelayanan yang lebih humanis dan inklusif.
Melalui berbagai inovasi tersebut, PPIH Balikpapan berharap seluruh jemaah, terutama lansia, dapat menjalani proses keberangkatan dengan lebih nyaman dan aman. Pelayanan yang adaptif terhadap kebutuhan jemaah dinilai menjadi kunci dalam mendukung kelancaran ibadah haji secara keseluruhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....