Tarif Listrik Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Januari 2026
- 09 Feb 2026 12:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, mengungkapkan penyumbang terbesar inflasi year on year Januari 2026 berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Kelompok ini menyumbang inflasi sebesar 1,72 persen dari total 3,55 persen.
Dari angka tersebut, tarif listrik menjadi faktor dominan dengan kontribusi mencapai 1,49 persen. Tito menegaskan kenaikan ini bukan disebabkan oleh kebijakan kenaikan tarif oleh pemerintah atau PLN.
“PLN tidak menaikkan tarif listrik, pemerintah juga tidak menaikkan,” ujar Tito Karnavian. Ia menjelaskan fenomena tersebut terjadi akibat perbedaan kebijakan subsidi listrik pada periode pembanding.
Pada Januari dan Februari 2025, pemerintah memberikan subsidi listrik sebesar 50 persen bagi pelanggan dengan daya 2.200 watt ke bawah. Kebijakan itu menyebabkan harga listrik pada periode tersebut menjadi lebih rendah dari harga normal.
Sementara pada Januari 2026, subsidi listrik tersebut tidak lagi diberlakukan. Akibatnya, dalam perhitungan year on year, harga listrik terlihat mengalami kenaikan signifikan meskipun secara riil tarifnya tetap. “Metodologi BPS membandingkan Januari 2026 dengan Januari 2025, yang saat itu harga listrik disubsidi 50 persen,” kata Tito, Senin 9 Februari 2026. Hal ini menyebabkan inflasi seolah-olah melonjak akibat kenaikan tarif listrik.
Tito menambahkan, apabila kontribusi tarif listrik dikeluarkan dari perhitungan, maka inflasi nasional masih berada dalam rentang target pemerintah. Angka inflasi tersebut bahkan mendekati kisaran 2 persen.
Oleh karena itu, Mendagri meminta pemerintah daerah untuk tidak terburu-buru menaikkan tarif layanan yang diatur pemerintah daerah. Salah satunya adalah tarif air minum, agar tekanan inflasi tidak semakin bertambah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....