Satlantas Samarinda Intensifkan Operasi Melalui Sistem ETLE Mobile

  • 21 Nov 2025 23:13 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Operasi Zebra Mahakam 2025 terus diperkuat dengan metode penindakan yang semakin modern dibanding tahun-tahun sebelumnya. Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda kini mengoptimalkan penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile sebagai sarana utama pendokumentasian serta penindakan para pelanggar.

Sejak operasi berlangsung sejak pagi hingga sore, Jumat (21/11), tercatat sekitar 200 pelanggaran telah terjaring di sejumlah ruas jalan kota.

Kanit Turwali Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Ismail Marzuki, menegaskan bahwa teknologi ETLE Mobile membawa perubahan signifikan terhadap efektivitas kerja petugas di lapangan.

“Penindakan hari ini kita maksimalkan dengan ETLE Mobile. Jika muncul pelanggaran kasat mata seperti tidak memakai helm atau penggunaan knalpot brong dengan suara mencolok, langsung kita capture dan diproses melalui mekanisme ETLE,” ucapnya saat ditemui di lokasi operasi Jumat (21/11/2025) sore.

Sejumlah titik lalu lintas di pusat kota menjadi prioritas pengawasan, termasuk Jalan Abul Hasan, Jalan Perniagaan, kawasan Kusuma Bangsa, hingga area Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL). Pelanggaran yang kerap ditemukan antara lain tidak menggunakan helm, modifikasi knalpot brong, serta manuver berkendara yang membahayakan, seperti berpindah jalur mendadak dari kiri ke kanan.

“Pagi ini cukup banyak pelanggaran oleh pengendara ibu-ibu, terutama saat berpindah jalur tanpa memperhatikan arus lalu lintas,” ujar Ismail.

Tidak hanya fokus pada kendaraan roda dua, Satlantas juga melakukan pemeriksaan kendaraan besar di kawasan Jembatan Mahulu pada sore hari. Sebanyak 34 truk roda enam diperiksa terkait kelengkapan serta standar keselamatannya.

“Di lapangan, sejumlah kendaraan roda enam dan roda delapan tidak menggunakan safety belt, dan hasil uji tinggi bak pun banyak yang melebihi batas ketentuan,” katanya.

Ismail menjelaskan bahwa pemanfaatan ETLE Mobile menjadikan proses penindakan lebih cepat dan mengurangi potensi gesekan antara petugas dan masyarakat. Tanpa harus menghentikan kendaraan, seluruh bukti pelanggaran dapat terekam melalui sistem dan diproses secara otomatis.

“Dengan bukti rekaman yang valid, proses penindakan jauh lebih efisien dan menghindarkan situasi-situasi yang tidak diperlukan,” katanya.

Ia menambahkan, penggunaan ETLE Mobile memungkinkan penindakan berjalan kontinu tanpa harus menggelar razia statis. Setiap pelanggaran yang terekam akan diverifikasi dan diproses sesuai prosedur.

Melalui penerapan teknologi ini, Satlantas Polresta Samarinda menargetkan meningkatnya disiplin masyarakat, khususnya terkait penggunaan helm dan pengurangan knalpot brong selama Operasi Zebra berlangsung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....