Akhir Agustus, Festival Literasi Kaltim Hadirkan Bazar Buku Murah

  • 05 Agt 2026 10:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim terus mematangkan persiapan Festival Literasi Kalimantan Timur 2026 yang akan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 27 Agustus hingga 20 September 2026. Festival ini disiapkan sebagai ajang memperkuat budaya baca sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap buku-buku berkualitas dengan harga terjangkau.

Salah satu daya tarik utama festival tahun ini adalah bazar buku murah yang menghadirkan koleksi dari sekitar 100 penerbit nasional melalui kerja sama dengan Penerbit Mizan. Kehadiran ratusan penerbit tersebut diharapkan mampu memberikan lebih banyak pilihan bacaan bagi pelajar, mahasiswa, keluarga, hingga masyarakat umum yang ingin menambah koleksi buku.

Kepala DPK Kaltim, Lisa Hasliana, mengatakan festival tidak hanya berfokus pada penjualan buku, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai komunitas literasi, akademisi, perangkat daerah, dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman literasi yang lebih menarik dan edukatif.

"Festival ini tidak hanya menghadirkan pameran dan bazar buku murah, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi berbagai komunitas, pegiat literasi, akademisi, dan perangkat daerah untuk menghadirkan kegiatan yang menarik dan edukatif," ujar Lisa saat memimpin rapat daring persiapan Festival Literasi Kalimantan Timur, Selasa 4 Agustus 2026 dilansir dari rilis Pemprov Kaltim.

Seluruh rangkaian kegiatan rencananya dipusatkan di Convention Hall GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda. Beragam agenda telah disiapkan, mulai dari pameran buku, bedah buku, gelar wicara, lomba bertutur, pameran Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), hingga pertunjukan karya-karya literasi yang melibatkan berbagai kalangan.

Festival Literasi Kaltim 2026 juga melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah dan instansi lintas sektor, di antaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta berbagai komunitas dan pegiat literasi. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan gerakan literasi hingga ke berbagai lapisan masyarakat.

Melalui penyelenggaraan festival ini, DPK Kaltim berharap budaya membaca semakin tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang inklusif, inspiratif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Festival ini juga diharapkan menjadi momentum membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....