PEKKA Samarinda Dorong Peningkatan Kapasitas Perempuan menuju Kemandirian

  • 04 Jul 2026 06:53 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Komunitas Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Kota Samarinda terus mendorong peningkatan kapasitas perempuan sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi, sosial, dan hukum. Melalui berbagai program pemberdayaan, PEKKA berkomitmen meningkatkan kualitas hidup perempuan yang menjadi penanggung jawab utama dalam keluarga.

Ketua PEKKA Kota Samarinda, Gusti Rina Kurniaty, mengatakan PEKKA hadir sebagai wadah pemberdayaan bagi perempuan kepala keluarga agar mampu mengembangkan potensi diri, meningkatkan pendapatan, serta memperoleh akses terhadap berbagai layanan pemerintah.

"PEKKA hadir untuk memberdayakan perempuan kepala keluarga agar memiliki kemampuan mengembangkan potensi diri, meningkatkan pendapatan, sekaligus memperoleh akses terhadap berbagai layanan pemerintah," ujar Rina dalam Dialog Komunitas RRI Pro1 Samarinda, dikutip Sabtu 4 Juli 2026.

Program PEKKA di Kota Samarinda mendapat dukungan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda, perguruan tinggi, serta berbagai mitra pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian perempuan melalui pendekatan yang berkelanjutan.

Sasaran program PEKKA meliputi perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga, seperti janda karena cerai hidup maupun cerai mati, perempuan yang memiliki suami sakit permanen atau tidak mampu bekerja, korban penelantaran dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga perempuan yang menjadi pencari nafkah utama bagi keluarganya.

Pendamping PEKKA Kota Samarinda, Windie Karina Farmawati, menjelaskan pemberdayaan tidak hanya diwujudkan melalui pemberian bantuan, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

"Perempuan perlu dibekali keterampilan agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan," kata Windie.

Berbagai pelatihan telah dilaksanakan, mulai dari kewirausahaan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), branding produk, pemasaran digital, hingga literasi digital. Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan dalam pengurusan legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), serta sertifikasi halal.

PEKKA juga mendorong pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) sebagai wadah memperkuat jejaring usaha antaranggota. Pendampingan turut mencakup pengelolaan keuangan keluarga, penguatan kepemimpinan perempuan, serta peningkatan rasa percaya diri agar anggota mampu berperan aktif dalam pembangunan ekonomi keluarga maupun lingkungan sekitar.

Di Kota Samarinda, berbagai kegiatan telah dilaksanakan melalui pelatihan soft skills bagi pelaku UMKM, bimbingan teknis branding dan pemasaran digital, serta pendampingan usaha bersama komunitas MomPreneurs Samarinda yang bekerja sama dengan Universitas Mulawarman dan berbagai mitra strategis lainnya.

Melalui peningkatan kapasitas tersebut, PEKKA berharap perempuan kepala keluarga semakin mandiri, mampu mengurangi kerentanan akibat kemiskinan, serta memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan pemerintah dan perlindungan hukum. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kesejahteraan keluarga sekaligus meningkatkan kontribusi perempuan dalam pembangunan masyarakat di Kota Samarinda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....