Relima Samarinda Dorong Budaya Baca dan Literasi di Era Digital

  • 01 Jul 2026 13:28 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Gerakan literasi terus menjadi perhatian di tengah derasnya arus informasi digital. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melakukan berbagai upaya untuk memperkuat budaya baca masyarakat, salah satunya melalui program Relawan Literasi Masyarakat (Relima).

Hal tersebut disampaikan Andi Faisal, Relawan Literasi Masyarakat Perpusnas Republik Indonesia, dalam siaran Obrolan Komunitas yang membahas peran Relima di Kota Samarinda. Menurutnya, Relima memiliki tiga tujuan utama untuk meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat.

"Yang pertama tujuannya adalah sebagai peningkatan budaya baca dan kecakapan literasi untuk masyarakat, yaitu dengan mengoptimalkan peran pemerintah dan lembaga non pemerintah yang aktif dalam mendukung program-program literasi secara berkelanjutan," kata Andi.

Kedua, Relima turut mendukung berbagai program bantuan perpustakaan dan pemberdayaan literasi di perpustakaan desa, perpustakaan kelurahan, taman baca masyarakat, serta pusat-pusat kegiatan literasi lainnya. Selain itu, Relima juga melakukan pendampingan dalam pemanfaatan bantuan perpustakaan agar mampu meningkatkan layanan informasi, memperluas pelibatan masyarakat, serta memperkuat kemitraan dalam pengembangan literasi.

Andi menjelaskan, sejak pertama kali dibentuk pada 2025, Relima hanya menyasar tiga daerah di Kalimantan Timur yang menjadi bagian dari program, yakni Balikpapan, Paser, dan Kutai Kartanegara. Melihat dampak positif yang dihasilkan, Perpusnas kembali membuka program tersebut pada 2026 dengan menambah jumlah relawan dari 180 orang menjadi 360 orang di seluruh Indonesia.

"Tetapi yang perlu diperhatikan bahwa relawan ini bukan hanya orang yang ingin melakukan atau berkecimpung di literasi, tetapi orang yang memiliki dedikasi besar, dedikasi tinggi di dunia literasi. Kebetulan kami memiliki taman baca masyarakat dan sudah dari tahun 2020 berkecimpung di dunia literasi di Kota Samarinda," ujarnya.

Andi Faisal merupakan salah satu dari dua orang yang terpilih sebagai Relawan Literasi Masyarakat dari Perpusnas RI. Ia menilai rendahnya kemampuan literasi dapat memicu kesalahpahaman, miskomunikasi, hingga penyebaran informasi yang tidak benar. Karena itu, masyarakat perlu membangun sikap kritis terhadap setiap informasi yang diterima.

Literasi, menurutnya, merupakan kemampuan untuk mengecek sumber, memahami konteks, dan melakukan analisis sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam setiap diskusi, capaian literasi Kota Samarinda masih perlu ditingkatkan dibandingkan sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi Relima untuk terus memperkuat gerakan literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang adaptif di era digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....