Kesederhanaan yang Membawa Kebahagiaan di Hari Sepeda Sedunia

  • 02 Jun 2026 17:17 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Bersepeda adalah kegiatan yang sangat bermanfaat, di tengah hiruk-pikuk dunia saat ini. Bersepeda memungkinkan kita untuk melatih otot, mengurangi konsumsi bahan bakar. Kebahagiaan sederhana bersepeda sambil menikmati hembusan angin.

Sungguh, tidak ada yang bisa menandingi kegembiraan bersepeda. Sebagai sarana transportasi yang sederhana dan berkelanjutan, bersepeda menyegarkan kesehatan fisik dan mental kita, serta bermanfaat bagi perekonomian dan lingkungan.

Dengan beragam manfaat bagi kesehatan manusia dan dampak positif yang luas tersebut, PBB menetapkan Hari Sepeda Internasional setiap tanggal 3 Juni. PBB menetapkan Hari Sepeda Sedunia karena berbagai alasan. Meskipun sederhana, dampak sepeda terhadap masyarakat cukup transformatif bahkan dapat dijangkau masyarakat miskin.

Peringatan tersebut bermula ketika Profesor Leszek Sibilski yang berbasis di AS memprakarsai sebuah kampanye akar rumput bersama kelas sosiologinya untuk mempromosikan resolusi PBB yang akan menetapkan satu hari untuk mengadvokasi dan merayakan sepeda sederhana di seluruh dunia.

Pada tahun 2015, Sibilski mengabdikan dirinya pada sebuah proyek akademis yang meneliti sepeda dan perannya dalam pembangunan. Proyeknya berkembang menjadi gerakan besar yang didukung oleh ‘Sustainable Mobility for All,’ dan pada akhirnya menghasilkan penetapan hari internasional khusus oleh PBB untuk mempromosikan bersepeda.

Pada 12 April 2018, resolusi yang menetapkan tanggal 3 Juni sebagai Hari Sepeda Sedunia disetujui secara bulat oleh seluruh 193 negara anggota Majelis Umum PBB. Resolusi tersebut mendapat dukungan besar dari Turkmenistan dan disponsori bersama oleh sekitar 56 negara.

Saat itu, sebuah logo juga dirancang oleh Isaac Feld, dengan animasi pendamping yang dibuat oleh Profesor John E. Swanson. Logo tersebut menampilkan pengendara sepeda yang mengayuh berbagai jenis sepeda di seluruh dunia.

Logo tersebut membawa pesan bahwa alat sederhana ini bermanfaat bagi seluruh umat manusia dan menjembatani kesenjangan antara orang-orang dari berbagai latar belakang. Kedua desainer tersebut juga menciptakan logo biru dan putih yang saat ini digunakan untuk gerakan ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....