Atasi Kecanduan Gadget Lewat Boardgame

  • 17 Sep 2025 10:08 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Ketua Komunitas Boardgang Samarinda, Fachreza, yang juga seorang konselor, menilai kecanduan gadget terutama pada anak-anak bisa diatasi dengan mendorong mereka lebih sering bermain di luar ruangan dan berinteraksi nyata dengan orang lain.

Dalam obrolan Tonight Corner Komunitas Pro 2 RRI Samarinda pada Sabtu, (13/09/2025). Fachreza menceritakan pengalamannya saat masih kuliah di Jogja. Ia pernah menangani kasus anak yang kecanduan gadget hingga tantrum ketika diminta berhenti bermain gawai, bahkan hanya untuk mandi. Salah satu treatment yang diberikan kala itu adalah mengajak sang anak bermain di taman dengan wahana seperti jungkat-jungkit dan prosotan. Hasilnya, anak tersebut menjadi lebih aktif dan kemampuan motoriknya terangsang.

“Anak itu kan butuh merangsang otot motoriknya. Kalau bermain gadget, otot motoriknya kaku atau tidak terangsang. Sedangkan kalau dibawa ke taman, dia harus bergerak. Dari situ pertumbuhan anak bagusnya kita rangsang dengan cara bermain di luar,” kata Fachreza

Namun, ia menyadari fasilitas taman bermain di Samarinda masih sulit ditemui terutama di pinggiran kota. Dari situlah muncul gagasan untuk menghadirkan alternatif media bermain, salah satunya lewat boardgame. Menurutnya, permainan papan ini tidak hanya mengalihkan anak dari gawai, tetapi juga membuka ruang interaksi sosial langsung.

“Kalau lewat boardgame, koneksi sosialnya bisa secara langsung. Kadang ada game yang memaksa kita untuk berinteraksi sosial secara nyata. Itu berbeda dengan interaksi maya lewat gadget yang tidak terkoneksi langsung,” katanya.

Fachreza menekankan, boardgame juga bermanfaat bagi orang dengan kepribadian introvert maupun anti-sosial. Pola permainan yang mewajibkan interaksi membuat mereka memiliki alasan untuk berbicara, sehingga perlahan membangun kepercayaan diri.

“Misalnya seorang introvert yang sulit berinteraksi, lewat game dia jadi punya alasan untuk ngomong. Ada modal untuk berinteraksi, tidak bingung harus mulai dari mana. Lama-lama itu melatih kemampuan adaptasi mereka dengan orang lain,” ujarnya.

Menariknya, board game tidak memiliki batasan usia. Permainan ini bisa dimainkan oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang dewasa. Karena itu, board game dapat menjadi pilihan hiburan sekaligus sarana interaksi yang membantu siapa saja lepas sejenak dari gawai.

“Kalau batas usia justru ada di minimal. Balita misalnya memang belum dianjurkan karena belum paham. Tapi kalau usia dewasa bahkan orang tua sekalipun bisa ikut bermain,” katanya, menambahkan

Lewat media seperti boardgame, Fachreza berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengurangi ketergantungan pada gadget, sekaligus menemukan kembali keseruan berinteraksi secara nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....