Konsistensi dan Mental Baja, Rahasia Atlet Judo Samarinda
- 30 Agt 2025 12:57 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Menjadi seorang atlet tidaklah mudah, sebab di balik sebuah medali emas yang terlihat mengkilap, ada cerita perjuangan, disiplin, dan pengorbanan yang sering kali tidak diketahui banyak orang. Hal ini juga dialami oleh Rafli Awaluddin Azzuhri, seorang atlet judo sekaligus pengajar di SMK Kesehatan Samarinda, yang menceritakan perjalanan panjangnya menyiapkan diri menuju kompetisi.
Dalam kesehariannya, Rafli selalu membagi waktu antara mengajar dan berlatih. Olahraga pagi dan sore menjadi rutinitas yang tidak pernah ia tinggalkan, sebab menurutnya tubuh ibarat mesin yang harus dipanaskan agar tetap prima. “Kalau mau jadi atlet, jangan cuma latihan pas mau lomba aja. Badan kita itu kayak mesin, kalau sering dipanasin dia makin enak dipakai. Tapi kalau lama nggak dipakai, pasti berat lagi mulainya,” ucap Rafli dengan penuh keyakinan.
Menjelang perlombaan, tantangan yang paling berat adalah menurunkan berat badan secara cepat agar sesuai dengan kelas tanding. Rafli menceritakan bagaimana ia harus rela membatasi asupan makanan, hanya bergantung pada minuman manis untuk memulihkan tenaga, bahkan tubuhnya sempat terasa sangat lemah. “Turunin berat badan cepat itu sakit, tapi di situlah mental diuji. Kita harus bisa tahan rasa lapar, tahan capek, dan tetap fokus latihan. Rasanya kayak berperang sama diri sendiri,” ucapnya.
Selain menjaga berat badan, Rafli menekankan pentingnya muscle memory atau memori otot yang terbentuk dari latihan berulang-ulang. Bagi seorang atlet judo, refleks cepat sangat penting untuk menguasai teknik bantingan maupun pertahanan. “Muscle memory itu beneran nyata. Walaupun sempat berhenti, otot yang udah terbiasa bakal cepat nyambung lagi kalau kita rajin latihan. Jadi kuncinya konsisten, jangan manja sama diri sendiri,” ujarnya.
Latihan yang dijalani pun tidak main-main. Mulai dari lari, angkat beban, hingga penguasaan teknik bantingan di matras menjadi menu sehari-hari yang wajib ia lakukan. Baginya, menguasai teknik dasar sama pentingnya dengan kekuatan fisik. “Di judo itu bukan cuma soal banting lawan, tapi juga gimana caranya kita jatuh dengan benar. Kalau mental nggak kuat, baru jatuh sekali aja bisa bikin down. Makanya latihan jatuhan dasar itu wajib banget,” kata Rafli menambahkan.
Tak jarang, ia juga pernah mengalami cedera saat latihan. Namun pengalaman itu justru semakin memperkuat keyakinannya bahwa persiapan mental sama pentingnya dengan fisik. Rafli menegaskan bahwa pemanasan, latihan teratur, serta disiplin kecil sehari-hari akan berdampak besar pada hasil pertandingan. “Aku selalu percaya, disiplin kecil sehari-hari itu yang bikin hasil besar. Jadi kalau udah punya target, jangan cuma ditulis di sticky note, tapi juga dibuktikan di matras,” katanya.
Kisah perjalanan Rafli membuktikan bahwa keberhasilan seorang atlet bukanlah hadiah instan, melainkan buah dari kerja keras, konsistensi, dan semangat pantang menyerah. Ia percaya bahwa siapa pun bisa mencapai tujuan, asalkan mau berusaha, sabar, dan tidak berhenti berproses.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....