Petani Milenial Balikpapan Berbagi Cara Tanam Hidroponik
- 10 Agt 2025 15:45 WIB
- Samarinda
KBRN, Balikpapan: Tingginya kebutuhan sayur di Kota Balikpapan dan semakin sedikitnya lahan pertanian yang dapat digunakan untuk menanam di Kota Beriman membuka peluang menjanjikan bagi para petani hidroponik. Sistem ini tidak memerlukan banyak ruang tanam, mudah dirawat, dan menghasilkan panen memuaskan, sehingga menjadi salah satu alternatif yang dapat diterapkan di Balikpapan.
Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Cahaya Agrikultur menjadi salah satu wadah pendidikan dan pelatihan petani hidroponik di Kota Balikpapan. RRI berkesempatan melihat langsung budidaya tanaman hidroponik dan bertemu dengan Ketua Asosiasi Hidroponik Balikpapan sekaligus Ketua P4S Cahaya Agrikultur, Noor Mansyah, pada Minggu (10/8/2025).
Noor Mansyah menjelaskan, beberapa waktu lalu di Balikpapan menggelar diskusi terkait peran kota ini sebagai penyangga pangan untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Berdasarkan survei yang dilakukan, pasokan sayuran di Kota Balikpapan baru mampu memenuhi 30 persen kebutuhan, sisanya dipasok dari luar daerah. Ini sebenarnya menjadi peluang usaha,” ujarnya.
Peluang usaha di bidang pertanian, khususnya hidroponik, masih terbuka lebar. Noor menambahkan, bagi mereka yang tidak kuat mencangkul tetapi ingin menjadi petani, hidroponik dapat menjadi pilihan yang menjanjikan.
Ia menceritakan suka duka saat memulai usaha hingga menjadi teladan di bidangnya.
“Dulu saya memulai dari menanam hidroponik dengan alat seadanya, seperti botol bekas, styrofoam bekas buah, starter kit hidroponik murah, pipa, dan lainnya. Kami belajar menghadapi tanaman yang terserang hama, penyakit, bibit kosong, hingga mati karena listrik padam sehingga tidak terpantau. Itulah suka dukanya,” ucap petani milenial ini.
Berbagai prestasi telah diraih Noor Mansyah, di antaranya Juara 1 Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kota Balikpapan, Juara 3 TTG tingkat provinsi 2022, Penghargaan Warga Pelopor Bidang Pertanian 2023, Juara 2 TTG Posyantek tingkat provinsi 2025, Proklim Pratama dari Kementerian Lingkungan Hidup, hingga menjadi narasumber tingkat internasional di Malaysia.
Noor juga membagikan cara menanam tanaman hidroponik (soilless, menanam tanpa media tanah):
Penyemaian menggunakan media rockwool yang dipotong kotak berukuran 2,5 x 2,5 x 2,5 cm.
Pembasahan rockwool, lalu letakkan benih menggunakan tusuk gigi.
Pengenalan sinar matahari penuh untuk benih yang berkecambah.
Pemindahan tanaman ke gully penanaman hidroponik 10–15 hari setelah semai.
Panen dilakukan 25–35 hari setelah pindah tanam, tergantung jenis sayuran yang ditanam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....