Budidaya Lobak di Pekarangan Rumah Anda
- 26 Mei 2025 09:32 WIB
- Samarinda
KBRN Samarinda: Di tengah sempitnya lahan perkotaan dan meningkatnya kebutuhan pangan, budidaya tanaman sayur seperti lobak menjadi solusi cerdas dan praktis. Lobak, yang dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan, kini mulai dikembangkan melalui metode sederhana seperti menggunakan polibag di pekarangan rumah.
Dalam program Mozaik Indonesia di RRI Samarinda, Muryani Purnamasari, Pengawas Benih Tanaman dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur, membagikan pengetahuan praktis seputar budidaya lobak dan potensinya sebagai sumber pangan keluarga bahkan pendapatan tambahan.
Mengenal Lobak: Umbi Serbaguna Penuh Gizi
Lobak adalah tanaman sayur berumbi yang bentuknya menyerupai wortel, namun memiliki variasi warna seperti putih, merah muda, hingga hitam. Jenis yang umum dibudidayakan di Indonesia adalah lobak putih karena rasanya yang lembut dan dagingnya renyah. Selain umbinya, daun lobak juga bisa dikonsumsi, bahkan digemari karena rasa pahit khasnya seperti daun pepaya.
Dari sisi kandungan gizi, lobak mengandung vitamin C, B, kalsium, fosfor, dan magnesium. Manfaatnya meliputi memperkuat daya tahan tubuh, membantu pencernaan, menurunkan berat badan, dan bahkan dipercaya memiliki sifat antioksidan dan anti kanker.
Mudah Dibudidayakan, Cocok di Segala Lahan
Salah satu keunggulan lobak adalah kemampuannya tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi. Untuk skala rumah tangga, media tanam bisa berupa polibag, ember bekas, atau kaleng, asal memiliki drainase yang baik. Tanah sebaiknya dicampur dengan pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan 1:1:1.
Benih lobak yang unggul dan berkualitas bisa diperoleh secara daring karena saat ini belum banyak tersedia di toko pertanian lokal Kalimantan Timur. Dalam satu polibag ukuran sedang, cukup tanam satu benih agar umbi bisa tumbuh optimal tanpa saling berebut ruang.
Langkah Budidaya dan Perawatan
Penanaman: Bisa langsung tanam di media tanpa perlu disemai. Tanam benih sedalam 1–2 cm.
Penyiraman: Dua kali sehari (pagi dan sore) untuk menjaga kelembaban, karena lobak membutuhkan air yang cukup.
Pemupukan: Gunakan pupuk NPK dengan takaran 1 sendok teh per liter air. Bisa dikocor atau ditabur dengan jarak 3–4 cm dari tanaman.
Pengendalian Hama: Cegah sejak dini dengan pestisida alami atau kimia ringan jika sudah terlihat tanda serangan seperti daun berlubang atau keriting. Sterilisasi media tanam juga penting untuk mencegah hama sejak awal.
Panen Cepat dan Menguntungkan
Lobak dapat dipanen pada usia 50–70 hari tergantung kondisi tanah dan perawatan. Harga pasar lobak bisa mencapai Rp15.000 hingga Rp23.000 per kilogram, menjadikannya peluang bisnis kecil bagi ibu rumah tangga dan komunitas tani lokal.
“Kalau punya 100 polibag saja di pekarangan, hasilnya bisa lumayan. Bisa untuk konsumsi sendiri atau dijual,” ujar Ibu Muryani.
Tantangan dan Harapan untuk Kemandirian Pangan
Masyarakat Kalimantan Timur, termasuk di daerah seperti Kutai Barat dan Mahakam Ulu, masih banyak mengandalkan pasokan sayur dari luar daerah. Melalui program pelatihan, penyuluhan, dan demplot, BRMP Kaltim berupaya mendorong budidaya tanaman lokal yang adaptif dan bernilai ekonomi.
“Saya siap bantu masyarakat. Kami ingin Kalimantan Timur mandiri secara pangan, apalagi menghadapi Ibu Kota Nusantara (IKN),” Muryani.
Dengan dukungan masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi terkait, budidaya lobak dan tanaman hortikultura lainnya di pekarangan bisa menjadi langkah awal menuju ketahanan pangan dari rumah sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....