SMD RUN: Komunitas Lari Lebih dari Sekadar Berlari

  • 05 Mei 2025 09:18 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda : Siapa bilang lari itu cuma soal kekuatan fisik? Di komunitas SMD RUN, lari bukan hanya soal menapaki jalan dengan sepatu sport atau meraih garis finish. Komunitas ini menyatukan orang-orang yang ingin hidup lebih sehat, sambil menikmati kebersamaan dan semangat kolektif. Hari ini, kita ngobrol bareng Kak Nenat Allen dan Bang Fadli Pakaya, dua sosok yang nggak hanya aktif di komunitas SMD RUN, tapi juga punya aktivitas lain yang bikin mereka tetap energik dan inspiratif.

Seputar SMD RUN: Lebih dari Sekadar Lari

SMD RUN sudah berdiri sejak 2018, jadi bisa dibilang komunitas ini sudah cukup lama bertahan, bahkan hingga saat ini. Dalam perjalanan waktu, banyak yang bergabung dan menemukan berbagai manfaat selain lari, seperti drill training, strength training, dan aktivitas fisik lainnya. Kalau kamu pikir komunitas ini hanya buat lari, kamu salah besar! Di sini, selain meningkatkan stamina, kamu juga akan dilatih untuk menjaga semangat agar tidak cepat bosan.

"Nggak ada syarat khusus untuk gabung di SMD RUN," kata Kak Nenat. "Semua orang bisa ikut, dari semua usia dan latar belakang. Yang penting punya niat untuk sehat bareng-bareng."

Jadi, untuk kamu yang mikir, “Ah, aku nggak cocok deh ikut komunitas lari,” yuk, gabung aja! SMD RUN malah menyambut dengan tangan terbuka.

Komunitas dengan Semangat Kolaborasi

Menariknya, SMD RUN ini bukan hanya soal lari. Setiap kali ada event lari, tim yang termasuk Kak Nenat dan Bang Fadli—akan mengatur segala sesuatunya, mulai dari rute lari, layout event, sampai dengan urusan logistik dan pengaturan water station. Bahkan, panitia tambahan dari anggota komunitas juga selalu terlibat membantu dalam penyelenggaraan event.

Jadi, lari di komunitas ini beneran ngerasain vibe kebersamaan yang nggak hanya soal kekuatan fisik, tapi juga perencanaan yang matang. Bukan hanya tubuh yang dilatih, tapi juga mental.

Lari Itu Dimulai dari Mana?

Buat kamu yang bingung mau mulai lari dari mana, Kak Nenat dan Bang Fadli punya tips yang simple banget. “Mulai aja, jangan mikir dulu hal-hal kecil kayak sepatu atau outfit," kata Kak Nenat. "Yang penting, mulai dari niat. Lari itu nggak perlu alat mahal, yang penting nyaman."

Bang Fadli juga menambahkan, "Sepatu lari nggak harus yang branded. Yang penting itu sepatu yang mendukung kaki kita buat lari dengan aman. Kalau buat peralatan lainnya, kembali lagi ke selera masing-masing. Nggak perlu minder dengan harga atau merek.”

Jadi, jangan sampai ragu karena mikirin sepatu atau perlengkapan lainnya. Yang penting adalah niat dan komitmen untuk mulai bergerak.

Mitos vs Fakta di Dunia Lari

Banyak mitos yang beredar tentang lari, salah satunya adalah anggapan kalau orang overweight nggak boleh lari. Padahal, lari adalah olahraga yang bisa dilakukan siapa saja. Di komunitas SMD RUN, orang dengan berbagai bentuk tubuh tetap semangat ikut event lari. Mereka belajar untuk menerima diri dan menikmati setiap langkah, tanpa merasa tertekan dengan standar tertentu.

Kak Nenat dan Bang Fadli juga menekankan pentingnya hidrasi sebelum, selama, dan setelah berlari. Sebaiknya hindari makan makanan manis terlalu dekat sebelum lari, karena bisa menyebabkan masalah seperti side stitch. Konsumsi air putih yang cukup jauh lebih penting!

Jangan Minder dengan Perlengkapan

Seringkali, orang merasa minder untuk ikut event lari karena melihat teman-teman lainnya mengenakan outfit dan sepatu branded. Padahal, di SMD RUN, yang terpenting bukanlah barang yang dipakai, tapi semangat untuk berlari. Bahkan, ada yang mulai lari dengan menggunakan sepatu futsal, dan itu nggak masalah selama kita bisa bergerak nyaman.

“Yang terpenting itu kenyamanan. Jangan karena gengsi masalah sepatu atau outfit, jadi nunda-nunda untuk mulai lari,” ujar Bang Fadli. SMD RUN nggak pernah mengharuskan anggotanya untuk memakai perlengkapan tertentu. Mereka justru mendukung teman-teman untuk memulai lari dengan apa adanya, dan menghindari rasa minder.

Event Lari yang Meninggalkan Kenangan

Ngomongin soal event lari, Kak Nenat dan Bang Fadli punya pengalaman unik dalam beberapa event besar. Salah satunya adalah Bayan Run di Balikpapan yang mereka sebut sebagai salah satu event lari proper dengan fasilitas dan pengelolaan yang sangat baik. “Bayan Run itu sudah hampir setara dengan event-event besar di Jawa. Semua terorganisir dengan baik,” kata Kak Nenat.

Selain itu, mereka juga pernah lari di luar pulau, dan menurut Kak Nenat, pengalaman lari di luar kota memberikan nuansa yang berbeda. “Di luar kota, penyelenggaranya itu bener-bener memperhatikan detail. Kita merasa dihargai, fasilitasnya juga oke,” tambahnya.

Event Khusus Perempuan: Sisterhood Run

Jangan lewatkan juga event spesial yang akan datang, yaitu Sisterhood Run yang diselenggarakan pada 18 Mei. Event ini khusus untuk perempuan yang ingin lari bareng, dengan target peserta sekitar 600 perempuan. Kak Nenat dan tim berharap event ini bisa menjadi gerakan awal untuk membangun lebih banyak komunitas perempuan yang peduli terhadap kesehatan melalui lari.

Komunitas SMD RUN bukan hanya tempat buat kamu yang suka lari. Ini adalah wadah bagi semua orang yang ingin mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, tanpa tekanan atau standar tertentu. Mulai dari niat, dukungan teman-teman, hingga pengalaman seru dalam setiap event, lari bersama SMD RUN adalah perjalanan yang lebih bermakna.

Buat kamu yang ingin bergabung dan mulai perjalanan lari, jangan ragu untuk follow Instagram mereka di @SMDRUN dan dapatkan informasi event dan update terbaru. Siapa tahu, kamu bisa jadi bagian dari gerakan lari sehat bareng, dan menemukan teman-teman baru yang asyik dan semangat!

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....