Usaha Ternak Kambing di Desa Embalut Tenggarong Seberang

  • 26 Mar 2025 09:58 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda : Ternak kambing merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk tujuan komersial atau konsumsi pribadi. Kambing, sebagai salah satu sumber protein hewani yang penting, telah lama dibudidayakan dan memiliki permintaan yang cukup tinggi. Ternak kambing dapat dilakukan di berbagai tempat, baik di pedesaan maupun perkotaan, dengan skala usaha yang berbeda-beda, mulai dari skala kecil hingga besar.

Salah satu peternak kambing yang berhasil mengembangkan usaha ternaknya adalah Pak Sukarno, seorang peternak yang berlokasi di Desa Embalut, Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Usaha ternak kambing Pak Sukarno sudah dimulai sejak tahun 2023 dan telah berkembang pesat. Ia mengungkapkan bahwa usahanya ini dimulai dengan bantuan dari DPU LAZ (Lembaga Amil Zakat) Provinsi Kalimantan Timur yang memberikan bantuan 5 ekor kambing. Berkat perawatan yang baik, kambing-kambing tersebut berkembang dan pada tahun berikutnya, ia menerima tambahan bantuan 1 ekor kambing lagi. Kini, usaha ternak kambing miliknya sudah berkembang menjadi 12 ekor kambing.

Pak Sukarno menjelaskan bahwa pemberian makanan yang baik dan seimbang sangat penting dalam ternak kambing. Kambing adalah hewan herbivora yang mengonsumsi berbagai jenis tumbuhan, seperti rumput, hijauan, daun-daunan, konsentrat, dan biji-bijian. "Alhamdulillah sampai saat ini, kambing-kambing yang ada sehat semua," katanya.

Kambing biasanya bisa dijual setelah tidak menyusui, yakni setelah usia 5-7 bulan. Namun, kambing juga bisa bertahan sampai usia dua tahun sebelum siap dijual atau dipotong. "Kami juga mempersiapkan segala hal untuk mengatasi kendala, seperti cuaca buruk yang bisa menyebabkan kambing kembung," tambahnya.

Dia menyebut jika kambing dalam keadaan kembung bisa menyebabkan kematian, maka dari itu penting pemberian ramuan-ramuan tradisional, seperti perasan kunyit, asam jawa, dan air kelapa untuk menjaga kesehatannya. Selain itu dia juga harus selalu siaga ketika ada kambing yang melahirkan, karena kambing melahirkan sewaktu-waktu tidak bisa diprediksi, dan tandanya kambing akan mengeluarkan suara nyaring seperti kesakitan.

Meskipun saat ini kambing-kambing yang ada di peternakan Pak Sukarno belum dijual, ia berharap bisa mengembangkan jumlah kambingnya terlebih dahulu. "Kami harap kambing-kambing di sini bisa berkembang dan jumlahnya bertambah, sehingga nantinya bisa mulai dijual ke konsumen," ujarnya. Harga kambing yang ada di peternakannya jika di jual berkisar antara 2 juta hingga 2,5 juta rupiah, tergantung pada jenis dan kondisi kambing.

Pak Sukarno juga memberikan tips bagi para pemula yang ingin memulai usaha ternak kambing. Menurutnya, memilih lokasi yang tepat, seperti di pedesaan dengan tanah yang subur, sangat penting. "Buat pagar yang membatasi lingkungan ternak, pastikan kandang menghadap ke timur agar sinar matahari pagi masuk. Selain itu, lantai kandang harus memiliki celah agar kotoran dan urin bisa jatuh ke bawah," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....