KBRN, Samarinda : Dalam beberapa tahun terakhir, industri kecantikan mengalami pertumbuhan pesat seiring dengan meningkatnya permintaan pasar akan skincare dan makeup. Tren "fast beauty" pun muncul sebagai respons dari berbagai brand yang berlomba-lomba menciptakan produk dalam waktu singkat guna memenuhi kebutuhan konsumen yang dinamis. Namun, di balik gebrakan inovasi ini, muncul keresahan terkait kualitas produk yang dirilis secara terburu-buru.
Tren fast beauty memungkinkan brand untuk terus meluncurkan produk baru dalam waktu singkat, bahkan dalam hitungan minggu. Sayangnya, kecepatan produksi ini kerap menimbulkan indikasi bahwa beberapa produk dibuat tanpa uji klinis yang memadai, tanpa manfaat yang jelas, dan dengan persiapan yang kurang matang. Akibatnya, konsumen bisa saja dirugikan, tidak hanya secara materi tetapi juga dari segi kesehatan kulit dan lingkungan.
Selain risiko terhadap kulit akibat kandungan yang belum teruji secara mendalam, dampak fast beauty juga terlihat dari banyaknya produk yang berakhir menjadi sampah. Konsumsi produk kecantikan yang berlebihan dan tren yang terus berubah mendorong peningkatan limbah kosmetik yang sulit terurai, menambah beban lingkungan.
Seorang Make Up Artist (MUA) asal Kota Samarinda, Mariani saat menjadi narasumber obrolan SPADA PRO 2 RRI baru-baru ini memberikan tanggapannya terkait fenomena ini. Sebagai MUA, ia mengakui pentingnya mengikuti perkembangan tren makeup agar tidak tertinggal. Namun, ia tetap selektif dalam memilih produk baru yang hendak digunakan.
"Secara personal yang namanya MUA kita gak bisa nge-stuck di produk yang itu-itu saja, kita tetap harus mengikuti perkembangan zaman.". ujarnya
Namun, Mariani menekankan pentingnya melakukan riset sebelum membeli produk baru. Menurutnya, tidak semua produk yang sedang tren layak dibeli. Sebagai seorang MUA dia juga tidak ingin fomo (fear of missing out) sehingga tidak ada produk yang terbuang sia-sia.
"kalau ada launching produk baru kita review dulu,kita liat dulu hasil review dari influencer content creator apakah produk itu worth to buy?. kalau aku pribadi ya lumayan tidak FOMO. dan biasanya aku juga melihat apakah produk yang aku punya di beauty case masih ada, masih banyak, atau kalau udah mau habis gitu berati aku bisa mencoba beli baru, jadi gak ada yang terbuang." tambahnya
Di tengah maraknya tren fast beauty, para konsumen perlu lebih bijak dalam memilih produk. Selain mempertimbangkan manfaat dan keamanan produk, kesadaran akan dampak lingkungan dari limbah kosmetik juga harus menjadi perhatian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....