Pertama Kali di Anime Jepang? Suara Azan Buka Tenmaku no Jaadugar: A Witch in Mongolia

  • 17 Sep 2026 20:13 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Dikutip dari Wibuku, Tenmaku no Jaadugar: A Witch in Mongolia menjadi salah satu anime sejarah Jepang yang menarik perhatian karena menghadirkan latar Persia dan Kekaisaran Mongol pada abad ke-13. Anime produksi Science SARU ini mengisahkan Sitara, seorang perempuan Muslim dari Persia yang kemudian menjalani perjalanan hidup di tengah pergolakan Kekaisaran Mongol. Salah satu hal yang langsung mencuri perhatian penonton adalah penggunaan suara adzan pada bagian awal episode perdananya.

Sejak menit-menit awal, suasana pagi dalam anime tersebut terasa berbeda dari pembukaan anime pada umumnya. Suara adzan terdengar ketika lingkungan sekitar mulai memasuki waktu pagi. Adegan tersebut kemudian memperlihatkan Sitara yang mengenakan hijab dan penutup wajah berjalan menuju sumber suara hingga melihat bangunan masjid berkubah. Penggambaran ini menjadi bagian penting untuk memperkenalkan latar kehidupan dan budaya Islam yang melekat pada karakter utama.

Sitara sendiri merupakan tokoh perempuan yang memiliki perjalanan hidup penuh perubahan. Dalam cerita, ia berasal dari Tus, Persia, dan memiliki latar sebagai seorang budak yang kemudian dibawa ke keluarga cendekiawan. Dari lingkungan tersebut, Sitara mendapatkan kesempatan untuk mempelajari berbagai pengetahuan. Kemampuan berpikir dan keinginannya untuk terus belajar kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.

Kehadiran Sitara juga membawa penonton mengenal dunia Persia pada abad ke-13, ketika ilmu pengetahuan dan kebudayaan berkembang di berbagai pusat pembelajaran. Cerita tidak hanya menampilkan peperangan dan kekuasaan, tetapi juga memperlihatkan kehidupan sehari-hari, pendidikan, agama, serta hubungan antarmanusia. Karena itu, adegan adzan pada awal anime terasa selaras dengan upaya cerita dalam membangun suasana dan latar kehidupan Sitara.

Perjalanan Sitara kemudian berubah drastis ketika Kekaisaran Mongol semakin memperluas wilayah kekuasaannya. Kota tempat Sitara tinggal akhirnya ikut terdampak oleh invasi tersebut. Setelah kehilangan kehidupan yang sebelumnya ia kenal, Sitara harus menghadapi kenyataan baru dan memasuki lingkungan Kekaisaran Mongol. Dari sinilah kisah A Witch in Mongolia mulai berkembang menjadi perjalanan seorang perempuan yang mengandalkan pengetahuan dan kecerdasannya untuk menghadapi keadaan.

Penggunaan adzan sebagai salah satu suara yang terdengar di bagian pembuka juga menjadi perhatian karena relatif jarang ditemukan dalam anime Jepang dengan penggambaran budaya Islam yang cukup spesifik. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa suara azan tersebut terdengar sejak menit pertama episode perdana yang tayang pada 4 Juli 2026. Adegan itu sekaligus memperkuat pengenalan terhadap dunia Sitara sebelum cerita bergerak menuju konflik yang lebih besar.

Dengan menggabungkan sejarah, drama, budaya Persia-Islam, dan kehidupan Kekaisaran Mongol, Tenmaku no Jaadugar: A Witch in Mongolia menawarkan sudut pandang yang berbeda melalui karakter Sitara. Pembukaan dengan suara adzan bukan sekadar elemen audio, tetapi menjadi bagian dari pengenalan terhadap lingkungan dan identitas tokoh utama. Dari kehidupan di Tus hingga perjalanannya ke dunia Mongol, kisah Sitara menjadi pusat cerita yang mempertemukan pengetahuan, perubahan zaman, dan pergulatan kekuasaan. (Ayu)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....