Teater Yupa UNMUL Juara I Monolog PEKSIMINAS XVIII

  • 15 Sep 2026 13:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Teater Yupa Universitas Mulawarman (UNMUL) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Melalui pementasan monolog Prodo Imitatio, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNMUL, Feby Febriana Hidayat atau yang akrab disapa Bovy, berhasil meraih Juara I Tangkai Lomba Monolog pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XVIII Tahun 2026 yang berlangsung pada 8–10 September 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur.

Dikutip dari laman unmul.ac.id, Selasa, 15 September 2026, kemenangan tersebut diraih lewat karya Prodo Imitatio, naskah karya Arthur S. Nalan yang mengangkat isu jual beli gelar sebagai kritik sosial terhadap pergeseran makna pendidikan. Melalui pendekatan satire dan absurditas, pertunjukan ini mengajak penonton mempertanyakan kembali apakah yang sesungguhnya dihargai dalam dunia pendidikan adalah pengetahuan atau sekadar pengakuan yang melekat pada sebuah gelar.

Alih-alih menyampaikan kritik secara langsung, Prodo Imitatio menghadirkan ironi melalui karakter, ritme permainan, dan situasi yang sengaja dibuat ganjil. Penonton diajak tertawa lebih dahulu sebelum perlahan menyadari kegelisahan yang tersembunyi di balik cerita.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani selama kurang lebih dua bulan. Bovy bersama tim menjalani latihan intensif hampir setiap hari, mulai dari pendalaman karakter, eksplorasi bentuk permainan, pengembangan konsep, hingga penyempurnaan unsur artistik dan teknis pertunjukan.

“Berdirinya saya di sini bukan semata-mata atas nama pribadi. Ada orang-orang yang ikut berjuang, menemani, dan menjadi bagian dari setiap proses hingga akhirnya saya bisa sampai di titik ini,” ujar Bovy.

Pimpinan Produksi, Febriana Dirot, menjelaskan bahwa seluruh proses persiapan dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan aspek artistik, teknis, hingga manajemen produksi.

“Proses ini membutuhkan komitmen, kerja sama, dan kesiapan dari seluruh tim untuk memberikan hasil yang terbaik,” katanya.

Pelatih sekaligus dramaturg, Sigit Prhabu, menilai pemilihan naskah Prodo Imitatio didasarkan pada keyakinan bahwa teater tidak hanya berfungsi memantulkan kenyataan, tetapi juga menciptakan jarak agar realitas dapat terlihat lebih jelas.

Menurutnya, Arthur S. Nalan memanfaatkan absurditas sebagai perangkat dramaturgis yang membuat persoalan sosial lebih mudah dikenali. Yang dipertanyakan dalam naskah tersebut bukan hanya keabsahan sebuah gelar, melainkan juga ukuran nilai pendidikan itu sendiri.

“Ketika gelar memiliki nilai lebih tinggi daripada pengetahuan dan legitimasi dapat dibeli, pendidikan tidak hanya mengalami penyimpangan, tetapi mengalami pergeseran makna,” ujar Sigit.

Ia menegaskan bahwa tawa yang muncul sepanjang pertunjukan bukanlah tujuan akhir, melainkan jalan untuk membangun kesadaran kritis.

“Tawa bukan tujuan akhir, melainkan pintu masuk menuju kesadaran,” katanya.

Pendekatan tersebut diperkuat melalui kehadiran Manaboa, negeri fiktif yang menjadi latar cerita. Dunia rekaan itu menciptakan ruang refleksi bagi penonton untuk membaca kembali realitas sosial di sekitarnya tanpa menunjuk langsung pada pihak tertentu.

“Manaboa menjadi cermin yang tidak menunjuk langsung kepada siapa pun, tetapi memungkinkan siapa pun merasa sedang melihat dirinya sendiri,” kata Sigit.

Bagi Sigit, kekuatan dramaturgi terletak pada kemampuannya menghadirkan pertanyaan, bukan memaksakan jawaban. Teater, menurutnya, dapat membuat sebuah persoalan terus hidup dalam pikiran penonton bahkan setelah pertunjukan berakhir.

Perjalanan menuju panggung nasional juga tidak lepas dari berbagai tantangan. Bovy mengaku harus menghadapi kelelahan fisik, tekanan mental, hingga keraguan selama masa persiapan, terutama ketika bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Atas capaian tersebut, Rektor UNMUL Prof. Abdunnur menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni selaku Ketua Tim, kontingen, dosen dan tenaga kependidikan pembina serta pendamping, mahasiswa, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

Prestasi ini semakin menegaskan konsistensi Teater Yupa UNMUL dalam menjadikan panggung seni sebagai ruang kreativitas sekaligus medium pembacaan kritis terhadap berbagai persoalan sosial.

Bagi Bovy dan seluruh tim, piala Juara I bukan sekadar simbol kemenangan. Lebih dari itu, keberhasilan Prodo Imitatio meninggalkan sebuah refleksi mendalam tentang nilai pendidikan dan makna sebuah gelar.

Panggung boleh padam, namun pertanyaan yang dihadirkan Prodo Imitatio akan terus menyala dalam benak penontonnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....