COLORCODE Resmi Rilis Album Debut “Constant Change”, Tandai Babak Baru usai Hiatus

  • 05 Sep 2026 06:45 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Setelah hampir setahun membiarkan kesunyian berbicara, COLORCODE kini kembali dengan sesuatu yang lebih keras. Constant Change menjadi pernyataan terbaru band pop-punk asal Yogyakarta tersebut, sebuah album debut yang lahir dari perubahan, luka, dan perjalanan untuk menemukan kembali arah mereka.

Album Constant Change resmi dirilis pada 4 September 2026 melalui Eclipse Time Records. Berisi 10 lagu, album ini menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan COLORCODE setelah sebelumnya memperkenalkan dua materi baru, “Submerge” dan “Trauma Response”, sebagai pembuka menuju era terbaru mereka.

Dua lagu tersebut sebelumnya dirilis pada 4 Agustus 2026 dan menjadi penanda berakhirnya masa vakum COLORCODE. Kehadiran “Submerge” dan “Trauma Response” sekaligus memberikan gambaran awal mengenai warna musikal yang kemudian dikembangkan lebih jauh melalui Constant Change.

“Submerge” hadir dengan pendekatan yang lebih reflektif dan melankolis. Lagu tersebut membawa tema tentang pendewasaan, mempertanyakan keadaan, hingga proses menerima dan melepaskan sesuatu yang pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan.

Sementara itu, “Trauma Response” bergerak dengan energi yang lebih meledak. Lagu tersebut menggambarkan pergulatan menghadapi kenangan dan respons emosional terhadap pengalaman yang sulit ditinggalkan, sehingga menjadi kontras yang kuat dengan atmosfer “Submerge”.

Kini, kedua lagu itu ditempatkan bersama delapan materi lainnya dalam Constant Change. Berdasarkan daftar lagu yang tersedia, album ini terdiri dari “Submerge”, “Spiritual Lament”, “Seeing Blind”, “Quite & Still”, “Sway” yang menghadirkan Sekar Agny, “Photograph: The Trees & You”, “A Reprise”, “Trauma Response”, “Jinx”, dan “Khusni”.

Susunan tersebut memperlihatkan bahwa COLORCODE tidak menjadikan comeback sekadar sebagai pengulangan terhadap materi sebelumnya. Album ini justru menjadi ruang untuk memperluas eksplorasi mereka, dengan tetap membawa karakter emotive melodic hardcore dan pop punk yang selama ini melekat pada identitas band asal Yogyakarta tersebut. Profil COLORCODE di Spotify sendiri menyebut mereka sebagai kelompok yang bergerak di wilayah emotive melodic hardcore, pop punk, atau apa pun sebutan untuk musik yang mereka mainkan.

Perjalanan menuju album ini tidak datang dari ruang yang kosong. Sebelum memasuki fase terbarunya, COLORCODE telah merilis EP Pain That I Buried Inside pada 2023, disusul Check My Sanity pada 2024 dan Where the Sea Sleeps // All Is Gone pada 2025. Rangkaian rilisan tersebut menjadi bagian dari perjalanan musikal COLORCODE sebelum akhirnya memasuki era Constant Change.

Masa vakum hampir satu tahun juga menjadi bagian penting dalam cerita album ini. COLORCODE sebelumnya mengumumkan comeback melalui sebuah teaser pada 24 Juli 2026, sebelum kemudian kembali dengan formasi yang menghadirkan Ichsan sebagai vokalis bersama Ichal, Iqbal, Amjad, dan Galang.

Kembalinya Ichsan menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan terbaru COLORCODE. Setelah berbagai perubahan yang terjadi, formasi tersebut kembali menyatukan personel untuk menghadirkan materi yang menjadi awal dari fase baru mereka.

Menariknya, tema perubahan terasa begitu kuat sejak judul albumnya. Constant Change seolah menjadi representasi dari perjalanan COLORCODE yang harus melewati masa vakum, dinamika internal, hingga akhirnya kembali berkarya dengan identitas yang lebih matang.

Album ini juga memperlihatkan bahwa jeda tidak selalu berarti akhir. Bagi COLORCODE, hampir satu tahun tanpa aktivitas justru menjadi ruang untuk kembali menyusun arah, mengolah pengalaman, kemudian menerjemahkannya menjadi musik.

Dengan 10 lagu yang ditawarkan, Constant Change menjadi penanda bahwa COLORCODE telah memasuki fase baru. Mereka tidak sekadar kembali untuk mengulang apa yang pernah dilakukan, tetapi membawa pengalaman selama masa jeda tersebut ke dalam sebuah karya yang menjadi pijakan berikutnya.

Bagi pendengar yang telah mengikuti COLORCODE sejak Pain That I Buried Inside, album ini menjadi kelanjutan dari perjalanan yang telah mereka bangun sejak 2023. Sementara bagi pendengar baru, Constant Change dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal sisi emosional COLORCODE melalui perpaduan energi keras, melodi, dan cerita personal yang menjadi bagian dari musik mereka.

Kini, setelah penantian hampir satu tahun, COLORCODE akhirnya kembali memberikan jawaban dalam bentuk album. Constant Change bukan hanya tentang perubahan yang terjadi pada sebuah band, tetapi juga tentang bagaimana seseorang terus bergerak ketika keadaan memaksanya untuk berubah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....