Modernisasi Musik Daerah Harus Tetap Hormati Makna

  • 04 Sep 2026 15:47 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Upaya menghidupkan kembali lagu daerah melalui aransemen modern dinilai dapat menjadi salah satu cara menjaga keberlangsungan budaya di tengah perubahan selera musik masyarakat. Meski demikian, proses tersebut tidak cukup hanya dengan mengubah warna musik, tetapi perlu diawali dengan memahami makna dan fungsi lagu.

Dosen Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman, Bayu Arsiadhi, mengatakan setiap lagu daerah memiliki latar budaya dan fungsi yang perlu diperhatikan sebelum dikembangkan dalam bentuk aransemen baru. “Pemahaman ini pun menjadi dasar agar inovasi musik itu tidak menghilangkan pesan yang ingin disampaikan”, ucapnya dalam program siaran berjaringan suara budaya nusantara Pro 4, dikutip 4 September 2026.

Menurut Bayu, lagu dengan fungsi memerlukan pendekatan aransemen yang sesuai dengan karakter pendengarnya. Ia menilai penggunaan genre tertentu, seperti jazz, belum tentu menjadi pilihan yang tepat jika tidak sesuai dengan sasaran dan fungsi lagu tersebut.

“Kalau itu dipakai fungsinya untuk menasihati anak, kita juga mungkin membawakannya tidak dengan mengkombinasikannya dengan musik jazz,” kata Bayu.

Meski begitu, Bayu menegaskan bahwa aransemen modern tetap sangat memungkinkan dilakukan terhadap lagu daerah. Perubahan warna musik justru dapat menjadi bentuk kreativitas generasi muda selama mereka memahami terlebih dahulu nilai budaya yang melekat pada lagu tersebut.

Ia juga menyebut sejumlah lagu daerah Kalimantan Timur masih bertahan hingga saat ini dan diwariskan dari generasi ke generasi. Bayu menilai keberadaan lagu-lagu tersebut menunjukkan bahwa musik daerah masih memiliki ruang untuk berkembang.

Karena itu, ia mendorong anak muda untuk tidak ragu melakukan eksplorasi dan aransemen terhadap musik tradisional. Namun, kreativitas tersebut harus dibarengi pemahaman terhadap akar, makna dan filosofi lagu agar modernisasi tetap menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....