Musisi Taylor Swift Berbagi Cara Menghadapi Tekanan dan Sorotan Publik

  • 02 Sep 2026 07:40 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Taylor Swift membagikan cara sederhana menghadapi tekanan besar dalam hidupnya, yakni kembali mengingat alasan memilih musik sebagai jalan hidup.

Musisi peraih 14 Grammy Awards itu mengaku pandangan publik tidak boleh menjadi penghalang dalam menjalani proses kreatif dan berkarya.

Dalam wawancara untuk The Icon Sessions, Swift mengatakan dirinya kerap mengingat bahwa menjadi musisi merupakan keputusan yang dibuatnya sendiri.

“Pertama, saya mengingatkan diri sendiri bahwa ini adalah pilihan saya. Setiap hari saya memilih untuk menjalaninya,” kata Swift, dikutip dari People, Selasa 2 September 2026.

Menurut Swift, dirinya sebenarnya dapat memilih berhenti dari dunia musik sebelum kariernya berkembang sebesar sekarang. Namun, kecintaannya terhadap musik membuatnya tetap bertahan menghadapi berbagai konsekuensi.

Ia menilai tekanan dan persoalan yang datang sebagai bagian dari pilihan hidup yang masih layak dijalani selama dirinya tetap memiliki kesempatan menciptakan musik.

“Pada akhirnya, semua hal yang harus saya hadapi terasa sepadan selama saya masih diberi kesempatan untuk membuat musik,” ujarnya.

Bagi Swift, musik bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk penyampaian emosi yang dapat memiliki makna berbeda bagi setiap pendengarnya.

Ia menyadari tidak semua orang akan merasakan atau memahami sebuah lagu dengan cara yang sama. Namun, karya tersebut memang dibuat untuk orang-orang yang memiliki keterikatan dengan musik.

“Saya membuat dan merilis musik untuk mereka yang peduli terhadapnya, terutama orang-orang yang melihat musik sebagai salah satu cara untuk menjalani kehidupan,” katanya.

Swift juga memandang kegiatan menulis lagu sebagai bagian penting dalam memahami dirinya sendiri. Proses kreatif tersebut menjadi ruang baginya untuk merefleksikan pengalaman dan berbagai hal yang terjadi dalam kehidupannya.

Perjalanan panjang di industri musik turut membuat Swift mempelajari banyak hal di luar kemampuan bernyanyi dan menciptakan lagu. Ia harus memahami cara menghibur penonton, menguasai koreografi, menjaga sikap, hingga mempertahankan kondisi dirinya di tengah tekanan.

Bagi penyanyi yang memulai karier pada 2006 itu, kecintaan terhadap musik menjadi alasan utama untuk terus melangkah. Tekanan yang datang kemudian ditempatkan sebagai konsekuensi dari pilihan untuk tetap melakukan sesuatu yang dicintainya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....