Yayoi Kusama Meninggal Dunia di Usia 97 Tahun, Ini Profil dan Karyanya
- 28 Agt 2026 05:55 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Seniman kontemporer Jepang, Yayoi Kusama, meninggal dunia pada usia 97 tahun. Kabar duka tersebut diumumkan oleh Yayoi Kusama Inc. dan Yayoi Kusama Studio Inc. pada Kamis 27 Agustus 2026.
Yayoi Kusama meninggal di sebuah rumah sakit di Tokyo pada 14 Agustus 2026. Yayasan yang mendukung sang seniman menyebut Kusama meninggal akibat kegagalan multiorgan.
Kepergian Kusama menjadi duka bagi dunia seni internasional. Sosok yang dikenal sebagai “Ratu Polkadot” itu meninggalkan warisan panjang melalui lukisan, patung, instalasi, seni pertunjukan, hingga karya sastra.
Yayoi Kusama dan Ciri Khas Polkadot
Dilansir dari laman AFP, Yayoi Kusama lahir di Matsumoto, Prefektur Nagano, Jepang, pada 22 Maret 1929. Ketertarikannya terhadap seni telah muncul sejak masa kanak-kanak. Ia juga mengalami halusinasi sejak usia muda yang kemudian menjadi salah satu sumber inspirasi penting dalam perjalanan artistiknya.
Kusama dikenal luas melalui karya-karyanya yang menggunakan pola titik atau polkadot secara berulang. Selain polkadot, ia juga terkenal dengan patung berbentuk labu serta berbagai instalasi yang memanfaatkan cermin dan pantulan cahaya.
Ciri khas tersebut membuat karya Yayoi Kusama mudah dikenali sekaligus menjadikannya salah satu seniman kontemporer paling berpengaruh di dunia.
Penampilannya pun menjadi bagian dari identitas artistiknya. Kusama kerap tampil dengan wig berwarna mencolok dan busana bermotif polkadot yang selaras dengan karakter karya-karyanya.
Perjalanan Karier Yayoi Kusama
Kusama sempat menempuh pendidikan seni lukis di Kyoto. Pada 1957, ia meninggalkan Jepang dan pindah ke Amerika Serikat. Ia kemudian menetap di New York dan mengembangkan berbagai karya berukuran besar, lukisan, serta patung dengan bentuk yang tidak biasa.
Selama berada di New York, Kusama juga aktif dalam berbagai kegiatan seni pertunjukan. Ia menggelar festival body painting dan peragaan busana yang menjadi bagian dari ekspresi artistiknya. Sejumlah kegiatan tersebut juga digunakan untuk menyampaikan kritik terhadap Perang Vietnam dan berbagai persoalan sosial pada masa itu.
Setelah bertahun-tahun berkarya di Amerika Serikat, Kusama kembali ke Jepang pada 1973. Dedikasinya terhadap dunia seni kemudian mendapat berbagai penghargaan internasional.
Pada 2006, pemerintah Jepang menganugerahkan Order of the Rising Sun, Gold Rays with Rosette kepada Kusama. Penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan atas kontribusinya terhadap dunia seni.
Infinity Mirror Rooms Mendunia
Nama Yayoi Kusama semakin dikenal luas melalui seri instalasi Infinity Mirror Rooms. Instalasi imersif tersebut memanfaatkan cermin, cahaya, dan ruang untuk menciptakan ilusi seolah-olah pengunjung berada dalam ruang tanpa batas.
Karya tersebut kemudian menjadi salah satu instalasi seni yang paling dikenal secara global. Popularitasnya semakin meningkat melalui media sosial, terutama Instagram, karena banyak pengunjung membagikan foto dan video saat berada di dalam instalasi.
Karya-karya Kusama pun dipamerkan di berbagai museum dan galeri ternama di dunia. Kesuksesan artistiknya juga diikuti pencapaian komersial. Sejumlah karya Kusama terjual dengan harga jutaan dolar AS dalam berbagai lelang.
Museum Yayoi Kusama di Tokyo
Pada 2017, Yayoi Kusama Museum dibuka di kawasan Shinjuku, Tokyo. Museum tersebut didedikasikan untuk memperkenalkan perjalanan artistik dan karya-karya Kusama kepada masyarakat.
Museum tersebut hingga kini menjadi salah satu ruang penting untuk melihat perkembangan karya sang seniman sekaligus memahami perjalanan panjangnya di dunia seni.
Pengaruh Kusama juga mendapat pengakuan di tingkat internasional. Pada 2016, majalah TIME memasukkan Yayoi Kusama dalam daftar 100 tokoh paling berpengaruh di dunia.
Warisan Seni Yayoi Kusama
Selama lebih dari enam dekade berkarya, Yayoi Kusama membangun reputasi sebagai salah satu seniman kontemporer paling berpengaruh. Karya-karyanya yang dipenuhi polkadot, jaring, labu, cermin, dan pantulan cahaya telah menjadi bagian dari perkembangan seni kontemporer dunia.
Kusama juga tetap berkarya hingga hari-hari terakhir hidupnya. Dalam pernyataan resmi, pihak Yayoi Kusama Inc. menyebut sang seniman terus melukis hingga menjelang akhir hayatnya.
Kepergian Yayoi Kusama meninggalkan ruang besar dalam dunia seni internasional. Namun, karya dan gaya visual khasnya akan terus dikenang melalui berbagai museum, galeri, ruang publik, serta instalasi seni di berbagai belahan dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....