Ketika Anabul Sakit, Pekerja di Italia Bisa Dapat Cuti Berbayar

  • 28 Agt 2026 07:44 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Italia kini memberi hak bagi karyawan untuk mengambil cuti berbayar guna merawat hewan peliharaan yang sakit, ssecara hukum mengakui mereka sebagai anggota keluarga.

Yang menarik, keputusan tersebut tidak berarti Italia secara nasional membuat aturan khusus yang otomatis memberikan seluruh pekerja cuti berbayar setiap kali hewan peliharaan mereka sakit. Hak tersebut muncul dari sebuah kasus hukum tertentu, setelah pekerja tersebut mengajukan permohonan dan mendapatkan dukungan argumentasi hukum dari kelompok perlindungan hewan. Karena itu, klaim bahwa Italia menjadi negara pertama yang secara umum memberikan cuti berbayar khusus untuk merawat hewan peliharaan perlu dipahami dengan konteks tersebut.

Dikutip dari btgfeed, putusan pengadilan menetapkan bahwa kondisi darurat hewan termasuk “alasan pribadi atau keluarga yang serius”, sehingga karyawan bisa memanfaatkan cuti ini dengan menunjukkan bukti resmi dari dokter hewan, kebijakan ini didukung oleh organisasi perlindungan hewan, yang menekankan bahwa pemilik tidak seharusnya dipaksa mmemilih antara pekerjaan dan kesejahteraan hewan mereka.

Hukum itali juga menegaskan kewajiban pemilik untuk merawat hewan, Pasal 727 kitab Undang-undang Pidana menyatakan bahwa siapa pun bisa menghadapi sanksi jika meninggalkan hewan dalam kondisi menderita parah, yang sekaligus memperkuat hak karyawan untuk cuti merawat hewan.

Kasus tersebut melibatkan seorang akademisi di Roma yang harus merawat anjing English Setter miliknya yang telah berusia 12 tahun. Ia membutuhkan waktu untuk membawa dan mendampingi hewan peliharaannya mendapatkan perawatan. Pengadilan menerima argumentasi bahwa kondisi tersebut dapat masuk dalam kategori alasan serius atau alasan pribadi dan keluarga yang memungkinkan pekerja memperoleh izin tidak masuk kerja.

Dalam kasus itu, sang pemilik anjing berpendapat bahwa hewan peliharaannya merupakan bagian dari keluarga. Pengadilan kemudian menerima pertimbangan bahwa meninggalkan hewan dalam kondisi membutuhkan perawatan dapat menimbulkan persoalan serius. Pertimbangan tersebut juga dikaitkan dengan ketentuan hukum Italia mengenai kewajiban mencegah penderitaan berat terhadap hewan.

Keputusan tersebut mendapat perhatian dari kelompok pemerhati kesejahteraan hewan karena dianggap membuka peluang bagi pekerja lain untuk mengajukan permohonan serupa. Bagi banyak pemilik hewan, anjing, kucing, maupun hewan peliharaan lainnya bukan sekadar peliharaan, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari dan keluarga. Karena itu, ketika hewan mengalami sakit, kebutuhan untuk mendampingi mereka ke dokter hewan dapat menjadi persoalan yang tidak kalah penting.

Terlepas dari batasan hukumnya, kisah dari Italia tersebut menunjukkan perubahan cara masyarakat memandang hubungan manusia dan hewan peliharaan. Peristiwa ini juga memunculkan diskusi mengenai keseimbangan antara kewajiban bekerja dan tanggung jawab merawat hewan yang menjadi bagian penting dari kehidupan seseorang. Di tengah semakin banyaknya orang yang menganggap hewan peliharaan sebagai anggota keluarga, kebijakan tempat kerja yang lebih fleksibel untuk kondisi darurat semacam ini berpotensi menjadi perhatian di berbagai negara. (Ayu)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....