Kenapa The Shrine Tetap Layak Ditonton meski Sudah Tidak Tayang di Bioskop?

  • 26 Agt 2026 10:06 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Film horor Korea The Shrine (신사: 악귀의 속삭임) bisa menjadi pilihan menarik bagi penggemar horor Asia yang menyukai cerita tentang ritual, roh jahat, dan tempat misterius. Film garapan sutradara Jepang Kazuyoshi Kumakiri ini dibintangi Kim Jae-joong dan Kong Seong-ha, dengan durasi 96 menit. Berdasarkan data Korean Film Council (KOFIC), The Shrine resmi dirilis di Korea Selatan pada 17 Juni 2026. Di Indonesia, Lembaga Sensor Film (LSF) mencatat film ini tayang pada Juli 2026 dengan klasifikasi usia 13 tahun ke atas.

Cerita The Shrine berawal dari hilangnya tiga mahasiswa Korea yang mengikuti program pertukaran budaya di Jepang. Mereka menghilang setelah mendatangi sebuah shrine di desa terpencil di Kobe. Yu-mi kemudian meminta bantuan Myung-jin, mantan seniornya yang memiliki kemampuan sebagai seorang shaman atau dukun. Menurut KOFIC, penyelidikan tersebut membawa mereka pada berbagai kejadian aneh dan keberadaan sebuah kekuatan jahat yang bersembunyi di dalam shrine.

Semakin jauh penyelidikan dilakukan, misteri yang mereka hadapi ternyata bukan sekadar kasus orang hilang. LSF menyebut film ini mengangkat legenda kamikakushi, yaitu kepercayaan Jepang mengenai orang-orang yang dibawa pergi oleh roh jahat. Yu-mi dan Myung-jin pun harus menghadapi ancaman supernatural yang semakin berbahaya ketika mereka berusaha mengungkap kebenaran di balik shrine tersebut.

Salah satu daya tarik utama The Shrine adalah perpaduan horor Jepang dan Korea. Latar kuil Jepang memberikan atmosfer khas J-Horror, sementara karakter Myung-jin membawa unsur perdukunan dan okultisme Korea. Dalam wawancaranya dengan The Korea Times, Kim Jae-joong mengatakan sekitar 90 persen kru film berasal dari Jepang. Menurutnya, keterlibatan sutradara Jepang membuat film tersebut dapat memadukan karakteristik J-Horror dan K-Horror.

Bukan hanya soal horor, film ini juga mencoba mempertemukan berbagai unsur kepercayaan. The Korea Times mencatat bahwa film tersebut memadukan sejumlah elemen, mulai dari shamanisme Korea, kepercayaan Jepang, hingga sosok iblis dari tradisi Hindu dan karakter pastor Kristen. Perpaduan tersebut membuat The Shrine memiliki pendekatan yang cukup berbeda dibandingkan film horor Korea yang hanya berfokus pada satu jenis mitologi.

Kehadiran Kim Jae-joong tentu menjadi alasan lain untuk memberikan kesempatan kepada film ini. Ia memerankan Myung-jin, seorang shaman dengan kemampuan spiritual yang terlibat langsung dalam penyelidikan. Menariknya, Kim mengatakan kepada The Korea Times bahwa sutradara menginginkan karakter shaman yang berbeda dari gambaran dukun pria Korea pada umumnya. Karakter Myung-jin kemudian dibuat memiliki kemampuan khusus yang terasa lebih misterius dan tidak mudah dijelaskan secara logis.

Meski sudah tidak lagi tayang di bioskop, The Shrine tetap layak masuk daftar tontonan ketika nantinya tersedia melalui layanan streaming atau VOD resmi. Film ini mungkin bukan pilihan bagi penonton yang hanya mencari jump scare, tetapi menarik bagi mereka yang menyukai misteri supernatural, kuil terbengkalai, ritual, shamanisme, serta perpaduan J-Horror dan K-Horror. Dengan durasi hanya 96 menit, The Shrine juga cukup ringan untuk ditonton dalam sekali duduk. (Mayang)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....