Evil Dead Burn Review: Teror Deadite Kembali Lebih Horor dari Sebelumnya
- 23 Jul 2026 11:21 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Setelah kesuksesan Evil Dead Rise pada 2023, waralaba Evil Dead kembali melalui Evil Dead Burn, film keenam yang disutradarai oleh Sébastien Vaniček dan diproduseri Sam Raimi bersama Rob Tapert. Film ini mengisahkan Alice (Souheila Yacoub) yang harus menghadapi teror Deadite saat berkumpul bersama keluarganya di sebuah rumah terpencil usai menghadiri pemakaman. Menurut ulasan The Guardian, Vaniček tetap mempertahankan formula klasik Evil Dead dengan memadukan horor supranatural, kekerasan ekstrem, dan atmosfer yang menegangkan sejak awal film.
Sejak adegan pembuka, Evil Dead Burn langsung menyuguhkan ketegangan tanpa memberi banyak waktu bagi penonton untuk beradaptasi. Berbeda dari beberapa film horor modern yang membangun misteri secara perlahan, film ini memilih pendekatan yang agresif dengan menghadirkan ancaman Deadite hampir sejak awal cerita. The Guardian menilai pendekatan tersebut membuat tempo film terasa cepat sekaligus menjaga intensitas horor hingga akhir.
Salah satu daya tarik utama film ini terletak pada kualitas efek praktikal dan desain makhluknya. Wajah para Deadite yang mengerikan dipadukan dengan penggunaan prostetik, riasan, serta efek darah yang realistis berhasil menciptakan pengalaman horor yang visceral. Dalam wawancaranya dengan People, aktor Hunter Doohan mengungkapkan bahwa sejumlah adegan aksi membutuhkan waktu syuting berhari-hari karena sebagian besar efek dibuat secara langsung di lokasi, bukan mengandalkan CGI sepenuhnya. Hal tersebut memberikan kesan yang lebih nyata dan menghidupkan kembali ciri khas franchise Evil Dead.
Dari sisi cerita, Evil Dead Burn memang tidak menawarkan plot yang rumit. Fokus utamanya tetap pada perjuangan para karakter untuk bertahan hidup dari teror supranatural yang terus meningkat. Menurut ulasan RogerEbert.com, naskah film lebih mengutamakan ritme horor dan aksi dibanding eksplorasi emosional para tokohnya. Akibatnya, beberapa karakter terasa kurang berkembang meskipun konflik utama tetap mampu menjaga perhatian penonton sepanjang film.
Sinematografi menjadi aspek lain yang patut diapresiasi. Penggunaan pencahayaan redup, lorong sempit, hingga pergerakan kamera yang dinamis berhasil menciptakan rasa terjebak bersama para karakter. Beberapa pengambilan gambar bahkan menjadi penghormatan terhadap film-film Evil Dead terdahulu melalui penggunaan kamera POV yang ikonik. Menurut The Guardian, gaya visual Vaniček memperlihatkan pengaruh kuat horor Prancis modern tanpa menghilangkan identitas klasik waralaba ini.
Meski demikian, Evil Dead Burn bukan tanpa kekurangan. Associated Press menilai film ini terlalu menitikberatkan pada adegan gore dan kekerasan ekstrem sehingga unsur humor gelap yang menjadi ciri khas karya-karya awal Sam Raimi terasa berkurang. Selain itu, beberapa momen cerita dianggap cukup mudah ditebak sehingga kejutan yang diberikan lebih banyak berasal dari visual brutal dibanding perkembangan alur.
Secara keseluruhan, Evil Dead Burn berhasil menjadi tambahan yang solid dalam franchise Evil Dead. Film ini mungkin tidak menghadirkan cerita paling kompleks, tetapi mampu memberikan pengalaman horor yang intens melalui efek praktikal berkualitas tinggi, atmosfer mencekam, dan aksi tanpa kompromi. Berdasarkan rangkuman ulasan kritikus di Rotten Tomatoes, film ini memperoleh respons yang umumnya positif karena dinilai tetap setia pada akar waralaba sekaligus menghadirkan sentuhan baru dari Sébastien Vaniček. Bagi penggemar horor splatter dan Evil Dead, film ini layak menjadi salah satu tontonan wajib tahun 2026.(Penulis : Mayang Sari)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....