15 Tahun Berdiri, Stand Up Indo Samarinda Terus Menjaga Api Komedi Lokal

  • 09 Jun 2026 13:43 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Stand Up Indo Samarinda terus bertahan sebagai wadah pengembangan komedi di Kota Tepian sejak berdiri pada 2011. Selama hampir 15 tahun, komunitas ini menjadi ruang berkumpul para pegiat stand up comedy sekaligus melahirkan komika yang berkiprah di berbagai bidang industri kreatif.

Ketua Stand Up Indo Samarinda, Khulai, mengatakan komunitas tersebut merupakan bagian dari jaringan Stand Up Indo yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Kehadirannya di Samarinda berawal dari inisiatif Setiawan Yogi yang ingin menghadirkan wadah bagi pegiat stand up comedy di Kalimantan Timur.

“Dia waktu itu nge-DM akun Twitter-nya Stand Up Indo Pusat. ‘Halo, aku dari sini, nama aku ini. Aku mau bikin komunitas kayak gini juga dong di kotaku. Caranya gimana ya?’” ujarnya saat menjadi narasumber dalam obrolan Tonight Corner Komunitas Pro 2 RRI Samarinda, dikutip Selasa 9 Juni 2026

Menurut Khulai, Stand Up Indo Pusat kemudian memberikan arahan untuk mengumpulkan orang-orang yang memiliki minat serupa dan mulai menggelar kegiatan stand up comedy secara mandiri di Samarinda.

“Caranya gini aja. Kumpulin teman-teman kamu, habis itu kalian mulai open mic di sana. Tentuin logo, tentuin nama, bikin akun Twitter,” katanya, menirukan arahan yang diterima Setiawan Yogi saat itu.

Seiring perkembangannya, Stand Up Indo Samarinda menjadi tempat tumbuh bagi banyak talenta komedi lokal. Wakil Ketua Stand Up Indo Samarinda, Kemal, menyebut sejumlah nama yang kini dikenal di industri hiburan nasional memiliki keterkaitan dengan komunitas stand up di Samarinda, di antaranya Yono Bakrie dan Ardhit Erwanda.

“Kalau banyak orang nanya, ‘Oh, Kemal Palevi itu Samarinda.’ Iya, tapi dia mulai karena kuliah di Surabaya sebelumnya. Habis itu dia pindah kuliah, masuk IKJ, seni peran teater. Ada ombak stand up, ‘Oh, kayaknya bagus nih buat aku latihan,’ stand up lah dia,” ujarnya.

Hingga kini, Stand Up Indo Samarinda rutin menggelar open mic setiap pekan sebagai ruang belajar sekaligus tempat menguji materi baru para komika. Kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat yang ingin mengenal maupun mencoba stand up comedy.

“Kita setiap minggu ada acara rutin, namanya open mic. Itu tempat kita belajar untuk mengetes materi kita dan dibuka untuk publik. Kapasitasnya paling sedikit bisa sampai 25 sampai 40 orang,” kata Kemal.

Konsistensi menjalankan kegiatan selama hampir satu setengah dekade membuat Stand Up Indo Samarinda tetap eksis di tengah perkembangan industri hiburan digital. Berawal dari komunikasi sederhana melalui media sosial, komunitas ini terus menjaga keberlangsungan ekosistem komedi lokal sekaligus menjadi ruang kreatif bagi generasi muda di Samarinda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....