Mengenal Gerakan Hizbul Wathan Samarinda Perkuat Dakwah Kepanduan Generasi Muda
- 01 Jun 2026 13:49 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Gerakan kepanduan Islam, Kwartir Daerah Hizbul Wathan Kota Samarinda, kini semakin eksis mensosialisasikan kegiatannya kepada generasi muda. Meskipun secara nasional gerakan ini sudah memiliki akar sejarah yang sangat panjang, eksistensinya di Samarinda dirasa masih awam bagi sebagian orang.
Dalam siaran Obrolan Komunitas RRI pada Minggu 24 Mei 2026, Kabid Pendidikan dan Pelatihan & Manajemen Sumber Daya Anggota Hizbul Wathan Samarinda, Alifah Azzahro, mengatakan secara fungsional, gerakan kepanduan mereka memiliki kemiripan aktivitas teknis dengan organisasi Pramuka yang sudah umum dikenal masyarakat.
"Kita adalah organisasi otonom milik Muhammadiyah yang bergerak di bidang kepanduan yang sebenarnya hitungannya sama seperti pramuka. Yang membedakan hanya saja kita bergerak di yang lingkupnya agama Islam. Jadi kita lebih menekankan kepada Al-Qur'an dan Assunah," kata Alifah.
Sejarah awal kemunculan organisasi kepanduan ini di Samarinda tercatat mulai dirintis secara kelembagaan pada tahun 2011. Perkembangan awal struktur organisasi di tingkat kota tersebut kemudian mulai digerakkan secara masif oleh para tokoh senior setempat. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Kwarda Hizbul Wathan Samarinda, Fafa Hayyan Madjiid.
"Jadi di 2011 itu mulai pertama kali adanya, baru dilanjutkan sama ada senior kita namanya Ramanda Aman Nurdian yang menggerakkan juga. Tapi sebelumnya sebenarnya berdirinya itu dari tahun 1912 bersamaan dengan Muhammadiyahnya," kata Fafa.
Hizbul Wathan selalu mengintegrasikan syariat Islam ke dalam setiap agenda luar ruangan seperti perkemahan. Dalam penerapannya di lapangan, aktivitas tadabur alam tidak lantas membuat para kader melonggarkan kewajiban spiritual mereka.
"Makan dengan adab yang sudah diatur, yang sudah ditetapkan, minum dengan duduk. Mungkin kita lebih menekankan hal-hal kecil yang berbau yang tetap berlandaskan dengan Al-Qur'an dan Assunah," ujar Fafa.
Gerakan Hizbul Wathan tidak sekadar berbicara tentang kemah dan baris-berbaris, melainkan tentang bagaimana karakter generasi muda dicetak melalui kepanduan yang berakar pada nilai-nilai Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....