Sheila on 7 Rilis Single Sederhana Sebagai Kado Spesial Rayakan Tiga Dekade

  • 09 Mei 2026 04:37 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda- Grup musik legendaris asal Yogyakarta, Sheila on 7, resmi berusia 30 tahun pada tahun 2026. Merayakan perjalanan panjang tiga dekade di industri musik tanah air, band yang digawangi oleh Duta Modjo, Eross Candra, dan Adam Subarkah ini memberikan kejutan manis bagi para penggemarnya dengan merilis single terbaru berjudul Sederhana.

Proses produksi lagu Sederhana ternyata telah rampung sejak tahun 2024, berbarengan dengan single Memori Baik yang sebelumnya telah dirilis. Keputusan untuk merilis karya dalam bentuk single satu demi satu merupakan strategi pilihan Sheila on 7 untuk menyesuaikan dengan dinamika industri musik masa kini.

"Kenapa dirilis saat momen ulang tahun kami ke-30, karena awalnya memang Sheila on 7 nggak ada agenda apa-apa, jadi ini tentunya akan jadi sesuatu yang diingat bahwa lagu Sederhana ini kami persembahkan untuk Sheilagank sebagai kado istimewa, karena sampai detik ini mereka masih terus setia mendengarkan lagu-lagu Sheila on 7,” kata Duta.

Secara musikalitas, lagu ini membawa nuansa unik yang jarang ditampilkan oleh Sheila on 7. Sederhana menjadi karya kedua mereka yang menyisipkan unsur rap setelah lagu hit Pemuja Rahasia yang dirilis dua dekade silam. Eross mengungkapkan bahwa awalnya ia merancang bagian verse dengan gaya rap murni.

"Tapi setelah kami garap bertiga, Duta dan Adam usul pada bagian verse yang awalnya memang ada rap-nya, diberi nada agar lebih terasa seperti lagu-lagu Sheila on 7 lainnya. Jadilah, lirik dan notasi dibantu disempurnakan Duta dan Adam," ujar Eross.

Sederhana memuat pesan filosofis yang mendalam mengenai realitas kehidupan generasi muda saat ini. Eross menjelaskan bahwa lagu ini merupakan ajakan bagi semua orang untuk hidup sesuai porsi dan tetap bahagia di tengah gempuran gaya hidup konsumtif.

Melalui liriknya, Sheila on 7 ingin mengingatkan pentingnya bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan agar seseorang bisa menjalani hidup dengan lebih tenang tanpa harus membebani diri dengan hal-hal yang tidak perlu. Pesan ini diharapkan menjadi pengingat yang relevan bagi pendengar, terutama bagi mereka yang tengah bergelut dengan problematika gaya hidup modern yang menuntut segalanya harus tampak sempurna di mata orang lain.

Pemilihan waktu perilisan di bulan Mei juga telah melalui pertimbangan matang, terutama dari segi momentum keagamaan. Adam memaparkan bahwa rencana awal perilisan pada awal tahun sempat ditunda agar tidak berbenturan dengan waktu ibadah Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....