Salmokji, Misteri Waduk Angker yang Menghantui Layar

  • 30 Apr 2026 08:09 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Film Korea Salmokji: Whispering Water merupakan karya horor-folk yang disutradarai oleh Lee Sang-min dan dirilis pada April 2026. Film ini mengisahkan sebuah tim produksi yang kembali ke waduk terpencil untuk melakukan pengambilan ulang adegan. Namun, proses tersebut berubah menjadi teror ketika mereka menghadapi misteri dari sesuatu yang bersembunyi di dalam air.

Secara premis, film ini mengangkat legenda lokal tentang waduk angker di Yesan sebagai pusat cerita. Ide ceritanya tergolong unik karena terinspirasi dari pengalaman nyata sang sutradara saat menemukan kejanggalan di Google Street View, yang kemudian berkembang menjadi narasi horor penuh misteri.

Dari segi kualitas, Salmokji: Whispering Water menonjol melalui kekuatan atmosfer yang dibangun secara konsisten. Waduk dalam film ini tidak sekadar menjadi latar, melainkan berfungsi sebagai “mesin cerita” yang mengendalikan ritme dan ketegangan. Pendekatan ini membuat nuansa horor terasa lebih imersif dibandingkan penggunaan efek kejut semata.

Akting para pemain, seperti Kim Hye-yoon dan Lee Jong-won, menjadi nilai tambah. Keduanya mampu menjaga intensitas emosi sepanjang cerita, sementara karakter pendukung menghadirkan nuansa realistis yang memperkuat suasana mencekam. Hal ini membuat film terasa lebih hidup dan tidak hanya bergantung pada efek visual.

Dikutip dari Korean Broadcasting System, dari sisi komersial film ini tergolong sukses besar. Salmokji: Whispering Water berhasil menduduki puncak box office Korea Selatan dan menarik jutaan penonton dalam waktu singkat, bahkan melampaui satu juta penonton hanya dalam beberapa hari sejak penayangan perdana.

Secara keseluruhan, Salmokji: Whispering Water merupakan film horor yang mengandalkan kekuatan atmosfer, lokasi, serta folklore lokal dibandingkan efek kejut. Film ini cocok bagi penonton yang menyukai horor psikologis dengan suasana mencekam yang dibangun secara perlahan, meskipun bagi sebagian penonton temponya mungkin terasa lebih lambat dibandingkan film horor komersial pada umumnya. (Mayang)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....